BONTANGPOST.ID, Sangatta – Persikutim United terseret dalam dugaan kasus pengaturan skor di laga playoff degradasi Liga 3. Pertandingan tersebut yakni saat Persikutim menghadapi Persebata Lembata di Stadion UNS Solo, Senin (2/2/202).
Di laga hidup mati itu, Persikutim menang 2-0 melalui gol yang dicetak Johan Yoga Utama (53′) dan Dicky Kurniawan (90+2′). Kemenangan tersebut membuat Persikutim bertahan di kasta ketiga liga sepak bola Indonesia.
Setelah pertandingan berakhir, muncul video yang direkam kapten Persebata Lembata, Denys Domaking. Video itu memuat percakapan telepon antara sosok pria yang diduga penyuap dengan Denys. Pria itu terdengar coba menyuap Denys. Dari obrolan itu juga, nomor Denys disebut didapat dari pemain Persebata lainnya, Rizky Juang.
Denys menyatakan dirinya tak terlibat. Saat ditelepon, dia sengaja meminta pemain lain untuk mereka. Sebalinya, dia mengaku dirinya yang mengungkap adanya upaya pengaturan skor di laga Persikutim versus Persebata.
“Mohon izin saya akan klarifikasi video. Tujuan saya bicara begitu supaya tau pemain yang sudah terima uang dan siapa pemain yang atur semua ini. Kalau saya terima uang buat apa saya suruh buat video,” kata Denys Domaking.
Rizky Juang telah memberikan klarifikasi di akun Instagram miliknya. Dia menyebut juga ditelepon, namun menolak upaya suap. “Emang bener saya coba dihubungi sama orang untuk pengaturan, tidak saya tanggapi dan saya tidak bermain dalam bentuk apapun ! Setelah saya tidak merespon, orang itu menelpon kapten untuk merayu mengatur pertandingan. Saya difitnah bahwa saya mengatur otak semua. Saya berani dipanggil pihak berwajib dan dihadirkan orang yang ditelpon untuk klarifikasi,” tulis Rizky Juang melalui InstaStorynya.
Pemain senior Persikutim, Fandy Eko Utomo, pun terseret. Namanya disebut oleh pria yang ingin menyuap. Fandy juga telah memberikan klarifikasi melalui Instagram miliknya. Berikut kutipan lengkapnya.
assalamualaikum.
saya Fandi Eko, sehubungan dgn adanya berita dan video yang sedang beredar di luar dgn menyangkut pautkan nama saya, sebelum semakin meluas, saya izin mengklarifikasi bahwa :
saya tidak tahu apapun terkait pengaturan skor / sabun / mafia yg disebutkan di video tsb
tidak ada instruksi atau tekanan apapun dalam tim untuk mengondiskan pertandingan
saya tidak mengenali siapa2 suara yg ada di video tsb
saya Fandi Eko bukan Captain tim dalam pertandingan semalam
bila mencurigai krn adanya penalti, sy menggarisbawahi “saya sudah diganti dalam pertandingan di babak ke 2, sedangkan goal atau penalti tsb tercipta di babak kedua”
jelas disini bahwa ini jebakan dan
FITNAH BESAR untuk nama baik saya
Saya bersumpah lillahi ta’ala, saya bekerja mencari uang halal dan tidak melakukan kerjasama dalam bentuk apapun untuk melakukan kecurangan seperti yang di tuduhkan
bila terus berlanjut saya dapat mengangkat ini ke jalur hukum atas tuduhan palsu dan menyerang kehormatan nama baik saya.
















































