BONTANGPOST.ID, Bontang – DPRD Bontang meminta pemerintah kota segera merencanakan akses jalan baru bagi warga di sekitar lokasi batching plant di Jalan Pelabuhan Tiga, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Permintaan itu disampaikan menyusul potensi penutupan jalan yang saat ini digunakan warga.
Sekretaris Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju lokasi batching plant selama ini juga menjadi jalur utama aktivitas warga sekitar. Namun, jalan tersebut diketahui berada di atas lahan milik perusahaan.
Ia mengingatkan, apabila pembangunan batching plant dihentikan dan instalasi belum segera dibongkar, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan menutup akses tersebut.
“Kita tidak tahu isi hati orang. Pemerintah harus merencanakan akses jalan baru, karena jalan yang dipakai masyarakat ini masih milik perusahaan. Tolong ini direncanakan,” tegas Sahib.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu sampai akses benar-benar ditutup. Perencanaan jalan alternatif dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap mobilitas dan hak warga.
Terpisah, Lurah Tanjung Laut Indah Ardiansyah, mengatakan pihak kelurahan akan mengupayakan usulan pembuatan akses jalan alternatif dengan lebar kurang lebih dua meter.
Langkah tersebut disebut sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu akses jalan yang ada saat ini ditutup oleh pihak perusahaan.
“Ini sebagai antisipasi kalau aksesnya ditutup. Meski agak menyerong, yang penting masyarakat tetap punya jalan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, polemik pembangunan instalasi batching plant di Jalan Pelabuhan Tiga mulai menemui titik terang. PT Tahta Indonesia Muda disebut berencana membongkar dan memindahkan batching plant tersebut.
Informasi itu disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) DPRD Komisi C dan Komisi A Bontang ke lokasi batching plant, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan niat pembongkaran instalasi di hadapan DPRD dan warga. (*)

















































