BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Peremajaan pabrik ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi energi, keandalan operasional, sekaligus mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan modernisasi Pabrik-2 Pupuk Kaltim mampu menurunkan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Efisiensi tersebut membuat biaya produksi lebih hemat sekaligus menekan emisi karbon hingga 110 ribu ton CO₂ per tahun.
“Modernisasi pabrik ini mencerminkan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi keberlanjutan swasembada pangan, visi yang terus kami lanjutkan hingga hari ini,” ujar Rahmad.
Proyek revamping ini dimulai sejak November 2023 terhadap Pabrik-2 Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak 1984. Selama ini, pabrik tersebut menjadi salah satu tulang punggung produksi perusahaan dengan kapasitas mencapai 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea per tahun.
Modernisasi dilakukan melalui penggantian sejumlah peralatan utama, termasuk pembaruan proses pada shift converter, ammonia converter, dan sistem CO₂ removal. Seluruh pembaruan tersebut ditopang dengan penerapan Distributed Control System (DCS) berbasis digital, yang memungkinkan pengendalian proses lebih presisi, pemantauan real-time, serta peningkatan keandalan operasi. Secara keseluruhan, peremajaan ini memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.
Revamping Ammonia Pabrik-2 dapat terlaksana berkat dukungan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mempercepat revitalisasi industri pupuk nasional melalui skema subsidi pupuk yang lebih adaptif. Selain proyek ini, Pupuk Indonesia menargetkan peremajaan dan pembangunan enam pabrik lainnya dalam lima tahun ke depan, di antaranya Revitalisasi Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak.
Peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim di Bontang menjadi langkah strategis Pupuk Indonesia Group dalam meningkatkan efisiensi pabrik dan memperkuat keberlanjutan swasembada pangan nasional.“Revamping Ammonia Pabrik-2 menjadi proyek pertama dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang akan dijalankan Pupuk Indonesia Group hingga 2029,” jelas Rahmad.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menyebut modernisasi ini memiliki arti strategis bagi perusahaan. Digitalisasi dan penerapan teknologi terbaru membuat pabrik beroperasi lebih efisien dan optimal, sekaligus memastikan pasokan bahan baku pupuk nasional secara berkelanjutan.
“Modernisasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kami optimistis dapat terus menjaga pasokan pupuk nasional demi mendukung ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim dalam merevitalisasi Pabrik-2. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat industri pupuk sebagai fondasi swasembada pangan.
“Capaian ini merupakan gagasan besar Presiden untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia. Salah satu syaratnya adalah merevitalisasi industri pupuk nasional,” kata Amran.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Ia menilai keberlanjutan industri pupuk sangat berkaitan dengan nasib petani dan masa depan bangsa.
“Kami mengapresiasi Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Group yang tidak hanya menjaga warisan industri bangsa, tetapi juga memperbaruinya dengan visi masa depan. Karena yang dirawat bukan sekadar mesin, melainkan harapan jutaan petani Indonesia,” tuturnya. (*)
















































