Kepala Desa Sekerat Bungkam soal Keluhan Warga Terhadap Lalu Lintas Ratusan Truk Perusahaan

19 hours ago 7

BONTANGPOST.ID – Warga Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), terus mengeluhkan aktivitas kendaraan berat milik perusahaan yang melintas di jalan desa selama empat bulan terakhir. Namun di tengah meningkatnya keresahan warga, Kepala Desa Sekerat hingga kini belum memberikan tanggapan.

Upaya konfirmasi Kaltim Post (induk Bontang Post) melalui pesan singkat sejak Minggu (1/2) tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon yang dilakukan berulang kali pada Senin (2/2) juga tak direspons. Sikap diam tersebut memicu tanda tanya di kalangan warga terkait peran pemerintah desa dalam menyikapi persoalan yang mereka hadapi.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa truk pengangkut batu koral yakni bahan baku semen awalnya melintas melalui jalur khusus di belakang permukiman. Namun akibat persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas, perusahaan mengalihkan rute kendaraan ke jalan desa.

“Ada lahan warga yang tidak dibebaskan, hanya disewa. Tapi ada satu lahan yang bermasalah untuk dibebaskan penuh, sementara perusahaan tidak sanggup,” ujarnya, Sabtu (1/2).

Pengalihan jalur tersebut disebut dilakukan tanpa koordinasi dengan warga. Kondisi kian memprihatinkan setelah terjadi kecelakaan pada Selasa (27/1) yang melibatkan salah satu truk perusahaan dan warga setempat.

“Korban mengalami luka di bagian pelipis,” jelasnya.

Setiap hari, diperkirakan sekitar 200 truk pengangkut batu koral melintas di jalan desa. Jumlah itu belum termasuk kendaraan lain yang mengangkut bahan baku tambahan maupun semen curah.

“Belum lagi truk angkutan semen dan bahan baku lainnya. Intensitasnya luar biasa,” tuturnya.

Selain meningkatkan risiko kecelakaan, warga mengaku terganggu oleh debu tebal yang beterbangan dan berdampak pada aktivitas harian. Mereka mendesak agar jalur kendaraan berat dikembalikan ke rute awal di belakang permukiman.

“Sudah empat bulan. Kenapa setelah ada kejadian baru mau diurus? Kami minta jalurnya dikembalikan seperti semula,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kaltim Post masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk meminta tanggapan, sekaligus menunggu pernyataan resmi dari Kepala Desa Sekerat. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |