Pembangunan Drainase Jalan Asmawarman Bontang Dikucur Rp1,3 Miliar

17 hours ago 8

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk pembangunan saluran drainase di Jalan Asmawarman. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus penataan sistem aliran air di kawasan yang kerap mengalami genangan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, mengatakan pembangunan drainase tersebut telah masuk dalam perencanaan teknis. Namun, panjang saluran yang akan dibangun masih disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan tambahan seperti crossing dan box culvert.

“Anggarannya kurang lebih Rp1,3 miliar. Panjang drainase belum kami kunci karena masih menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk permintaan crossing atau box culvert,” ujar Anwar.

Drainase yang direncanakan memiliki lebar sekitar 80 sentimeter hingga 1 meter, dengan desain yang sudah ditetapkan. Sistem aliran air akan diarahkan menuju sungai di sekitar kawasan PLN, dengan penyesuaian elevasi agar tidak menimbulkan genangan baru di permukiman warga.

“Lebarnya tetap dan desainnya sudah terkunci. Tinggal menyesuaikan ketinggian serta arah aliran air supaya tidak berdampak ke rumah warga,” jelasnya.

Anwar menjelaskan, proyek ini merupakan kelanjutan dari perencanaan lama, termasuk saat peninggian Jalan Asmawarman pada 2018. Namun, pelaksanaan fisik sempat tertunda karena mempertimbangkan dampak sosial, terutama terhadap bangunan warga dan warung di sepanjang jalur pekerjaan.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Saat jalan ditinggikan, justru ada rumah warga yang kemasukan air karena perubahan aliran. Sekarang semuanya harus dihitung lebih matang,” tuturnya.

Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas PUPRK akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada pihak kelurahan dan masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan klaim lahan yang kerap menghambat proyek infrastruktur.

“Kami tidak ingin pekerjaan terhenti di tengah jalan karena masalah lahan. Semua harus jelas sejak awal, baik secara administrasi maupun sosial,” tegas Anwar.

Pembangunan drainase di Jalan Asmawarman diharapkan mampu mengurangi genangan air yang selama ini menjadi keluhan warga, sekaligus mendukung penataan infrastruktur jalan yang berkelanjutan di Kota Bontang.

“Nantinya aliran drainase akan diarahkan ke sungai, dengan ketinggian saluran disesuaikan elevasi kawasan,” pungkasnya. (ak)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |