KPC Benarkan Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja, Telusuri Penyebar Memorandum

11 hours ago 12

BONTANGPOST.ID,Sangatta – Memorandum internal PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait kecelakaan kerja fatal yang beredar luas di media sosial dipastikan bukan informasi palsu. Manajemen perusahaan mengonfirmasi insiden tersebut memang terjadi dan saat ini masih dalam proses investigasi.

General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan informasi yang tercantum dalam memorandum tersebut sesuai dengan kejadian di lapangan.

“Jadi sudah benar informasinya, sama dengan memo yang bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak perusahaan masih menelusuri bagaimana dokumen internal tersebut bisa tersebar ke publik. Sebab, memorandum itu sejatinya hanya diperuntukkan bagi kalangan internal perusahaan.

“Itu yang kami lagi cari tahu,” katanya.

Dalam memorandum tersebut dijelaskan kronologi kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia saat menjalankan tugas di area tambang. Memo itu juga berisi arahan kepada karyawan agar tidak memotret maupun menyebarluaskan dokumen kepada pihak lain.

Terkait insiden tersebut, KPC menyatakan telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak awal kejadian hingga proses pemakaman.

“Secara khusus manajemen sudah menyampaikan rasa duka kepada pihak korban dan tetap mendampingi sebagai bentuk tanggung jawab,” tambah Wawan.

Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi. Perusahaan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba).

Dalam waktu dekat, Tim Inspektur Tambang dijadwalkan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Selama proses investigasi berlangsung, aktivitas di area tempat kecelakaan terjadi juga dihentikan sementara.

Menurut Wawan, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut sekaligus bahan evaluasi bagi seluruh pihak.

“Kejadian ini tentu harus menjadi pelajaran dalam bekerja,” ujarnya.

KPC juga tengah melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan kerja menyusul insiden fatal tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“KPC sendiri memang harus melakukan review secara masif agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena di tambang, keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |