Pemeran film drama keluarga Na Willa, Junior Liem dan Irma Rihi menceritakan proses kreatif memerankan karakternya yang harus berhadapan dengan dunia anak. Film ini segera tayang di bioskop tepat pada hari lebaran Idul Fitri pada 20 Maret 2026.
Pilihan Editor: Poster Na Willa Tampilkan Sudut Pandang Anak terhadap Dunia
Pendalaman Karakter Irma Rihi dan Junior Liem di Na Willa
Irma Rihi yang berperan sebagai Mak, ibu dari Na Willa, mengatakan awalnya diberikan sinopsis ketika mendapat tawaran terlibat di proyek film karya sutradara Ryan Adriandhy ini. “Ketika baca karakter Mak ini sangat melekat denganku jadi aku langsung mau, karena Mak itu dari Suku Sabu di NTT, sama denganku jadi aku mau bergabung, apalagi ini film tentang keluarga,” tuturnya kepada Tempo di Jakarta Selatan pada Kamis, 5 Februari 2026.
Sebab itu, Irma tak terlalu sulit mendalami karakter Mak, karena sifatnya sebagai orang NTT sudah tepat dengan yang dibutuhkan film. “Mak itu persis, tegas, disiplin, perfeksionis, serta menanamkan nilai kejujuran kepada Na Willa. Terutama harus berani, itu yang ditanamkan,” katanya.
Sementara Junior Liem memerankan karakter Pak, ayah dari Na Willa, sebagai orang keturunan Tionghoa dari Surabaya. “Karakter Pak mungkin ya generasi boomers seperti bapak saya punya sikap yang mirip di satu generasi ini. Dan boomers terkenal kerja keras untuk keluarga jadi ada banyak kemiripan dengan karakter Pak yang bisa saya visualiasikan ke bapak saya untuk mendalami karakter,” tuturnya.
Irma mengatakan film yang menggunakan bahasa baku karena menyesuaikan latar waktu di tahun 1970-an, membutuhkan sosok orang dewasa yang mampu menyesuaikan sifat anak-anak. “Ada keunikan sendiri lihat Na Willa sebagai anak yang energik, jadi terbawa masuk ke dunianya. Kami yang menyesuaikan dan mengikuti alur dia,” tuturnya.
Poster film Na Willa. Foto: Instagram.
Kisah Multikultural di Dalam Rumah
Sementara Junior menuturkan uniknya dari cerita Na Willa yakni posisinya sebagai anak yang berasal dari latar belakang multikultural sejak di dalam rumah. Sehingga Na Willa tumbuh melihat Mak dan Pak menjalani visinya meski datang dari budaya yang berbeda. “Mak dan Pak mau anaknya tumbuh pintar, berpendidikan tinggi dan punya masa depan cerah tapi dengan sedikit berbeda karakternya. Mak-nya lebih ngegas dan protektif dan Pak lebih terbuka,” kata dia.
Berperan di film ini menjadi pengalaman baru bagi Junior karena sebelumnya tak pernah memainkan karakter sebagai bapak dari anak kecil. “Sangat menyesuaikan seperti kalau bicara harus berwibawa dengan bahasa yang baku karena ini era 70-an. Jadi persiapannya cukup intens dan lama, juga dibantu dengan teman-teman akting coach dan Ryan juga memberikan masukan,” katanya.
Sementara Irma yang sebelumnya muncul lewat film Women From Rote Island karya Jeremias Nyangoen diuntungkan masih harus berperan sebagai orang NTT. “Tapi di film sebelumnya temanya kan cukup berat ya kalau di sini lembut banget tapi masih dengan karakter orang NTT, bedanya diisunya,” tuturnya.

18 hours ago
6
















































