Kelurahan Lapor Polisi Usai Penyangga Jembatan Ulin di Tanjung Laut Indah Bontang Raib

12 hours ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kelurahan Tanjung Laut Indah resmi melaporkan dugaan pencurian sejumlah siku penyangga pada jembatan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11 ke Polsek Bontang Selatan.

Laporan tersebut dibuat setelah pihak kelurahan melakukan pengecekan terhadap dokumen pembangunan jembatan yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan rampung pada akhir 2024 lalu.

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengatakan berdasarkan spesifikasi pekerjaan, seluruh siku penyangga jembatan telah terpasang sesuai perencanaan saat proyek diselesaikan dan diserahterimakan.

“Pekerjaan ini juga sudah diperiksa BPK dan diserahkan ke Pemkot Bontang. Berarti siku-siku ini hilang diambil, makanya kami laporkan ke Polsek Bontang Selatan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurut Elis, hilangnya penyangga terjadi di sejumlah titik hampir sepanjang bentang jembatan yang memiliki panjang sekitar 38 meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan dan stabilitas konstruksi jembatan.

Keluhan warga terkait kondisi jembatan yang bergoyang saat dilintasi kendaraan juga telah diterima pihak kelurahan.

“Warga sekitar memang menyampaikan kalau jembatan sering terasa goyang ketika dilintasi,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi sementara, kelurahan mengimbau masyarakat untuk tidak melintaskan kendaraan dengan muatan berat hingga ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.

“Kami menghimbau warga untuk tidak membawa beban berat saat melintas jembatan tersebut. Sementara mitigasi ini yang kami terapkan,” jelasnya.

Sebelumnya, keluhan terkait kondisi jembatan tersebut ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga memperlihatkan bagian bawah jembatan dan menunjukkan perbedaan antara sisi yang masih memiliki kayu penyangga menyilang dengan sisi lain yang sudah kosong.

“Sebelah sini ada, di sebelah satunya enggak ada. Ratusan batang hilang ini,” ujar seorang warga dalam video tersebut.

Warga menduga kayu penyangga di bawah jembatan hilang dicuri sehingga menyebabkan struktur menjadi kurang stabil dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Sikunya hilang, enggak lama ini goyang. Baru juga setahun diperbaiki,” tambah warga lainnya.

Fatimah, warga RT 11, mengaku masyarakat mulai khawatir karena getaran jembatan terasa hingga ke rumah-rumah yang terhubung dengan akses tersebut.

“Karena enggak ada sikunya jadi goyang rumah warga yang terhubung dengan akses jalan jembatan ini,” ujarnya.

Saat ini warga berharap ada tindak lanjut cepat dari aparat dan instansi terkait untuk mengungkap hilangnya penyangga sekaligus memperbaiki kondisi jembatan agar kembali aman digunakan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |