Dampak Gempa Pacitan Terasa hingga Bantul, Belasan Warga Terluka saat Tidur

14 hours ago 7

BONTANGPOST.ID – Getaran gempa bermagnitudo 6,5 yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, turut berdampak ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibat peristiwa tersebut, belasan warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, mengungkapkan bahwa hingga Jumat pagi, tercatat 12 orang warga menjadi korban luka, baik akibat tertimpa bangunan maupun karena panik saat menyelamatkan diri.

“Korban manusia ada yang mengalami patah tulang dan luka ringan. Totalnya sementara ini 12 orang,” ujar Mujahid saat dikonfirmasi.

Seluruh korban saat ini menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit di wilayah Bantul. Satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Sleman karena lokasi tempat tinggalnya berada di wilayah perbatasan.

Panik Saat Gempa, Warga Alami Patah Tulang

Salah satu korban berasal dari Kapanewon Piyungan berinisial S. Korban mengalami patah tulang setelah berlari keluar rumah dalam kondisi panik dan menabrak tembok.

“Kejadiannya semalam, korban lari lalu menabrak tembok hingga pingsan. Dibawa ke RSUD Prambanan. Pagi ini sudah sadar, namun masih harus menjalani observasi dan rawat inap,” jelas Mujahid.

Ia menambahkan, sebagian besar korban masih berada dalam kondisi tidur ketika gempa terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dengan baik.

“Waktunya sekitar pukul 01.00 dini hari, masyarakat masih banyak yang tertidur,” katanya.

13 Bangunan Terdampak

Selain korban luka, BPBD Bantul juga mencatat 13 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui.

“Data sementara hingga pukul 08.00 pagi, terdapat 7 rumah warga rusak, 4 bangunan milik pemerintah, dan 2 bangunan masjid,” ungkap Mujahid.

Bangunan instansi pemerintah yang terdampak di antaranya sekolah serta fasilitas BB Labkesmas Yogyakarta yang berada di wilayah Banguntapan.

Adapun wilayah atau kapanewon yang terdampak meliputi Pleret, Srandakan, Jetis, Banguntapan, dan Piyungan.

BPBD Bantul memastikan proses pendataan dan penanganan pascagempa masih terus dilakukan, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |