Kelurahan Gunung Elai Siapkan Wisata Mangrove Baru di Dekat TPI Bontang

11 hours ago 9

BONTANGPOST,ID, Bontang – Kelurahan Gunung Elai mulai menata kawasan mangrove di wilayah pesisir sebagai calon destinasi wisata baru berbasis konservasi. Kawasan yang berada di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bontang itu tengah dibersihkan dan disiapkan menjadi ruang wisata ramah lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan proses pembersihan kawasan telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta warga sekitar.

“Sudah sekitar satu bulan kami melakukan pembersihan bersama warga. Semua bergerak bersama, mulai dari RT, LPMK, Pokdarwis hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kawasan yang ditata berada di sekitar pesisir dekat TPI dan dapat diakses melalui jembatan baru yang beberapa waktu lalu menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Sulistyo, lahan tersebut merupakan tanah prodesa yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, sebagian area pernah digunakan warga sebagai lapangan voli sebelum akhirnya ditumbuhi semak dan ilalang.

Melihat potensi yang dimiliki, pemerintah kelurahan kemudian menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga. Dari pertemuan tersebut muncul kesepakatan untuk mengembangkan kawasan menjadi destinasi wisata mangrove.

“Kami berdiskusi dengan warga dan tokoh masyarakat. Kesepakatannya adalah memanfaatkan kawasan ini untuk pengembangan wisata yang nantinya bisa mendukung ekonomi masyarakat,” katanya.

Meski dilakukan pembersihan, Sulistyo menegaskan tidak ada penebangan pohon mangrove dalam proses penataan kawasan. Pembersihan hanya difokuskan pada ilalang dan tanaman liar yang mengganggu akses menuju lokasi.

Menurutnya, pelestarian ekosistem menjadi prinsip utama dalam pengembangan wisata tersebut.

“Kami tidak menebang mangrove. Yang dibersihkan hanya ilalang dan tanaman liar. Mangrove tetap dipertahankan karena menjadi habitat berbagai satwa,” tegasnya.

Selain hamparan mangrove, kawasan tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis burung yang kerap terlihat pada sore hari. Keberadaan satwa liar itu diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Karena itu, konsep yang dikembangkan mengusung wisata berbasis konservasi dan edukasi lingkungan. Selain menawarkan wisata susur mangrove, kawasan tersebut juga akan difungsikan sebagai ruang publik untuk menikmati suasana pesisir.

Ke depan, pemerintah kelurahan berencana menambah sejumlah fasilitas pendukung seperti gazebo, anjungan pandang, hingga area UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Pengelolaan kawasan nantinya akan melibatkan Pokdarwis, warga setempat, Linmas, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

“Kami ingin wisata ini berkembang, tetapi tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungannya. Mangrove dan habitat burung harus tetap terjaga karena itu bagian dari daya tarik kawasan ini,” ujarnya.

Sulistyo berharap destinasi wisata mangrove yang sedang dirintis tersebut dapat menjadi ikon baru Kelurahan Gunung Elai sekaligus menambah pilihan wisata alam di Kota Bontang.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |