BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang akan mulai menguji coba sistem parkir nontunai di tiga pasar utama pada April 2026.
Tiga pasar tersebut yakni Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan.
Sebelumnya, sistem retribusi parkir di ketiga pasar tersebut masih menggunakan metode konvensional berupa tiket dan pembayaran tunai.
Fasilitas portal pintu palang otomatis yang terintegrasi dengan mesin karcis telah dipasang sejak 2025 dengan anggaran sekitar Rp900 juta.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan penerapan sistem nontunai ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir serta meningkatkan transparansi pengelolaan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi. Uji coba rencananya berlangsung selama dua bulan, mulai April hingga Mei,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan konsep smart city di Bontang, di mana transaksi layanan publik secara bertahap diarahkan ke sistem digital.
Selain dinilai lebih praktis, metode ini juga diyakini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Dalam pelaksanaannya, DKUMPP bekerja sama dengan Bank Kaltimtara untuk penyediaan sistem pembayaran nontunai.
Pemerintah juga menyiapkan skema khusus bagi pedagang. Mereka akan mendapatkan kartu akses khusus yang berfungsi sebagai “bypass” untuk keluar-masuk pasar, terutama saat mengangkut barang dagangan.
“Untuk pedagang ada kebijakan khusus berupa kartu akses untuk mendukung mobilitas di dalam pasar,” pungkasnya. (*)


















































