BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang akan melaksanakan visitasi Lomba Perpustakaan Tingkat Kota Bontang 2026 pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Perpustakaan Maju, Literasi Berkualitas” sebagai upaya mendorong peningkatan budaya baca dan kualitas layanan perpustakaan.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan visitasi merupakan tahapan penting dalam proses penilaian untuk menentukan perpustakaan terbaik di tingkat kota. Melalui kegiatan tersebut, tim juri dapat melihat langsung kondisi perpustakaan peserta, mulai dari tata kelola, layanan, inovasi, hingga tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat maupun peserta didik.
“Visitasi ini merupakan bagian penting dari proses penilaian lomba. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan, layanan, inovasi, serta pemanfaatan perpustakaan yang dilakukan para peserta,” ujarnya.
Menurut Retno, lomba perpustakaan tidak hanya bertujuan memilih pemenang, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan evaluasi guna meningkatkan kualitas perpustakaan di Kota Bontang.
Melalui kompetisi tersebut, pihaknya berharap tumbuh semangat berbenah dan berinovasi di lingkungan perpustakaan sekolah maupun kelurahan.
“Agar tercipta kompetisi yang positif antarperpustakaan sehingga kualitas layanan dan pengelolaannya terus meningkat,” katanya.
Retno menambahkan, DPK Bontang menargetkan jumlah perpustakaan yang memenuhi standar nasional terus bertambah. Saat ini sekitar 35 persen perpustakaan di Bontang telah memenuhi standar nasional.
“Harapannya bisa meningkat menjadi 50 persen perpustakaan berstandar nasional dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, menjelaskan lomba tahun ini dibagi dalam dua kategori, yakni Perpustakaan Sekolah untuk jenjang di luar SMA dan Perpustakaan Kelurahan.
“Ada dua kategori yang dilombakan, yaitu Perpustakaan Sekolah di luar SMA dan Perpustakaan Kelurahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tim penilai berasal dari berbagai instansi yang memiliki kompetensi di bidang perpustakaan dan pengembangan literasi. Di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Bapperida Kota Bontang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, serta Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI).
Indra mengimbau seluruh peserta mempersiapkan perpustakaan beserta dokumen pendukung secara maksimal agar proses penilaian berjalan lancar.
“Peserta diharapkan mempersiapkan seluruh aspek yang menjadi indikator penilaian sehingga visitasi dapat berlangsung optimal,” tuturnya.
Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan lomba dapat diakses melalui media sosial resmi DPK Bontang maupun situs resmi instansi tersebut. (*)


















































