Anggaran Dipangkas dari Rp1,8 Miliar Jadi Rp500 Juta, Server SPMB SMA-SMK Kaltim Tumbang di Hari Pertama

15 hours ago 8

BONTANGPOST.ID – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Kalimantan Timur diwarnai gangguan teknis yang menyebabkan layanan pendaftaran tidak dapat diakses secara normal.

Server utama yang digunakan untuk proses pendaftaran dilaporkan mengalami penurunan performa hingga akhirnya tumbang akibat lonjakan trafik yang sangat tinggi sejak pagi hari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan sistem menerima beban akses jauh di atas perkiraan. Dalam waktu singkat, tercatat sekitar 80 ribu akses masuk secara bersamaan setiap 10 menit.

Kondisi tersebut membuat server mengalami overload sehingga proses pendaftaran calon peserta didik terganggu.

“Kami ada persoalan dalam SPMB yang baru dimulai pagi tadi. Saat ini server sedang down dan sedang kami upayakan kembali bersama teknisi Diskominfo dan Dinas Pendidikan,” ujar Faisal.

Untuk mempercepat pemulihan, Diskominfo Kaltim melakukan sejumlah langkah darurat. Salah satunya dengan menonaktifkan sementara beberapa virtual private server (VPS) milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak aktif guna mengurangi beban pusat data.

Langkah itu dilakukan agar sumber daya server dapat difokuskan untuk mendukung operasional SPMB.

Selain itu, Diskominfo juga berkoordinasi dengan penyedia layanan internet untuk memperoleh tambahan bandwidth guna meningkatkan kapasitas layanan.

Faisal mengakui kemampuan infrastruktur tahun ini turut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran. Jika pada tahun sebelumnya anggaran layanan jaringan mencapai sekitar Rp1,8 miliar, maka pada 2026 hanya tersisa sekitar Rp500 juta.

“Memang ada efisiensi anggaran. Tahun lalu sekitar Rp1,8 miliar, sekarang sekitar Rp500 juta. Karena itu kami juga meminta dukungan tambahan bandwidth dari provider,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan akses berikutnya, Diskominfo Kaltim juga melakukan penambahan kapasitas server. Dari semula hanya menyiapkan 11 server, jumlahnya kini ditingkatkan menjadi 30 server.

Penambahan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean akses dan mempercepat proses pendaftaran peserta didik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah juga mempertimbangkan pembagian jadwal akses berdasarkan wilayah. Skema tersebut memungkinkan daerah dengan jumlah pendaftar besar tidak mengakses sistem secara bersamaan.

“Alternatif yang sedang kami siapkan adalah membagi zona kota dan kabupaten agar tidak mengakses sistem pada waktu yang sama. Bisa dibedakan berdasarkan jam atau hari pendaftaran,” jelasnya.

Menurut Faisal, terdapat tiga daerah yang menjadi perhatian utama karena memiliki jumlah pendaftar terbesar, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.

Saat ini tim teknis masih terus bekerja memulihkan sistem. Masyarakat diminta bersabar dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan layanan SPMB.

“Kami terus berupaya agar sistem kembali normal sehingga masyarakat dapat melakukan pendaftaran tanpa kendala,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |