Perkuat Respons Keadaan Darurat, Badak LNG Gelar Simulasi Penanganan Insiden Maritim dan Lingkungan

5 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang  Badak LNG menggelar Major Emergency Exercise sebagai upaya memastikan kesiapan personel, keandalan sistem tanggap darurat, serta efektivitas koordinasi antar fungsi dalam menghadapi potensi keadaan darurat di area operasional.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) itu melibatkan pekerja, Emergency Response Team (ERT), dan manajemen perusahaan. Simulasi dilaksanakan sesuai prosedur Emergency Response & Crisis Management yang berlaku di lingkungan Badak LNG.

Selain itu, latihan juga melibatkan instansi eksternal, yakni Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polisi Perairan dan Udara (Polairud), serta TNI Angkatan Laut untuk menguji efektivitas komunikasi dan penanganan keadaan darurat secara terpadu.

Dalam skenario latihan, sebuah kapal tunda (tugboat) yang tengah menjalani sea trial usai perbaikan mengalami gangguan pada sistem kendali kecepatan sekitar pukul 08.30 Wita. Akibatnya, kapal sulit bermanuver dan kandas setelah menabrak karang di sekitar perairan operasional.

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada tangki bahan bakar kapal dan memicu tumpahan solar ke perairan sekitar. Setelah menerima laporan, tim terkait segera melakukan penilaian awal, menghentikan aktivitas kelautan yang tidak mendesak, serta mengerahkan Oil Spill Combat Team (OSCT) untuk melakukan pengendalian tumpahan menggunakan peralatan yang telah disiapkan.

Berdasarkan hasil observasi, tumpahan bahan bakar menyebar mengikuti arus laut dan berpotensi memengaruhi area fasilitas operasional. Kondisi itu membuat skenario latihan ditingkatkan menjadi keadaan darurat lingkungan.

Dalam pengembangan skenario, turut disimulasikan insiden seorang anggota tim penanggulangan tumpahan minyak yang terjatuh ke laut dan mengalami cedera pada pergelangan kaki kiri. Tim penyelamat kemudian mengaktifkan prosedur penyelamatan korban di laut, mengevakuasi korban dengan aman, memberikan pertolongan pertama, dan menyerahkannya kepada tim medis untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, operasi pengendalian tumpahan minyak terus berlangsung hingga seluruh tumpahan berhasil dilokalisasi dan dipulihkan tanpa eskalasi signifikan terhadap fasilitas maupun infrastruktur penting lainnya. Material hasil pemulihan kemudian ditangani sesuai prosedur pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Pada pukul 09.57 Wita, kondisi dinyatakan aman dan status all clear resmi diumumkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan Major Emergency Exercise yang telah direncanakan Badak LNG sepanjang 2026.

Director & Chief Operating Officer Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, mengatakan latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh pekerja serta manajemen dalam menghadapi situasi darurat di area operasional perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang mengoperasikan fasilitas LNG dengan standar keselamatan tinggi, kami harus memastikan setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya dalam situasi darurat. Melalui latihan ini, kami tidak hanya menguji prosedur dan peralatan yang dimiliki, tetapi juga mengukur efektivitas koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan di seluruh tingkatan organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan operasional kilang. Sebagai salah satu Objek Vital Nasional yang memproduksi LNG, Badak LNG dituntut untuk selalu beroperasi secara aman dan kondusif.

Melalui pelaksanaan Major Emergency Exercise ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga keselamatan serta keamanan operasional Kilang Badak LNG. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |