Dermaga Wisata Mangrove di Gunung Elai Bontang Segera Dibangun, Pengunjung Bisa Susur Hutan Bakau dengan Kapal

3 hours ago 5

BONTANGPOST,ID, Bontang  Kelurahan Gunung Elai terus mematangkan pengembangan kawasan mangrove di wilayah pesisir sebagai destinasi wisata baru. Dalam waktu dekat, sebuah dermaga wisata akan dibangun untuk mendukung aktivitas susur mangrove menggunakan kapal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan pembangunan dermaga tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah kelurahan, dan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dermaga akan dibangun di kawasan pesisir Gunung Elai yang berbatasan dengan Kelurahan Bontang Baru. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi wisata mangrove yang dinilai cukup menjanjikan dan mudah diakses masyarakat.

“Dermaga ini nantinya untuk melayani kapal wisata yang akan membawa pengunjung menyusuri kawasan mangrove. Jadi wisatawan bisa menikmati pemandangan hutan bakau dari jalur perairan,” ujar Sulistyo.

Menurutnya, keberadaan dermaga menjadi langkah awal pengembangan wisata mangrove yang lebih terintegrasi. Kawasan tersebut berada tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menawarkan panorama khas pesisir yang berbeda dari destinasi wisata lain di Bontang.

Selain hamparan mangrove, wisatawan nantinya juga dapat menikmati pemandangan kawasan industri dari kejauhan. Pada malam hari, cahaya lampu kawasan industri disebut menjadi daya tarik tersendiri yang dapat dinikmati dari area pesisir.

“Kalau malam hari, cahaya dari kawasan industri itu terlihat sangat menarik dari lokasi tersebut. Itu menjadi nilai tambah yang bisa dinikmati pengunjung,” katanya.

Sulistyo menjelaskan, pembangunan dermaga telah mendapatkan kepastian dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, pengembangan kawasan wisata secara menyeluruh masih dalam tahap perencanaan dan akan diajukan kepada Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf).

Dalam konsep awal yang disiapkan, kawasan wisata mangrove tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti anjungan pandang, gazebo, serta area khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anjungan pandang dirancang menghadap langsung ke laut dengan desain menyerupai kapal berciri khas pesisir. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru kawasan wisata mangrove Gunung Elai.

“Konsep awalnya ada anjungan di bagian depan menghadap laut, kemudian gazebo di tengah kawasan mangrove dan area UMKM untuk masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, seluruh fasilitas pendukung tersebut masih berupa konsep awal dan belum masuk dalam penganggaran resmi. Saat ini pihak kelurahan masih menyusun desain kawasan secara lebih detail sebelum diajukan untuk mendapatkan dukungan anggaran.

Rencananya, usulan pembangunan fasilitas wisata akan diajukan pada tahun depan. Jika memperoleh dukungan pendanaan, pembangunan kawasan wisata mangrove akan dilakukan secara bertahap.

Sulistyo berharap pengembangan wisata mangrove tersebut tidak hanya menambah pilihan destinasi wisata di Kota Bontang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan UMKM dan kelompok masyarakat setempat.

“Harapannya tentu untuk meningkatkan pariwisata Gunung Elai sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar,” pungkasnya.(ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |