BONTANGPOST.ID, Bontang – Gangguan server yang terjadi pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Kalimantan Timur berpotensi membuat masa pendaftaran diperpanjang.
Hingga saat ini, panitia pelaksana di tingkat sekolah masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur terkait kemungkinan penyesuaian jadwal.
Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 1 Bontang, Nurdin, menilai peluang perpanjangan waktu pendaftaran cukup besar. Pasalnya, masih banyak calon peserta didik yang belum sempat mengakses sistem akibat gangguan server saat hari pertama pendaftaran dibuka.
“Saya yakin kemungkinan ada penambahan waktu. Tapi kita masih menunggu informasi resmi dari dinas,” ujarnya.
Menurut Nurdin, kebijakan pembagian jadwal akses berdasarkan wilayah memang menjadi solusi sementara untuk mengurangi kepadatan pengguna. Namun langkah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena ribuan calon siswa masih harus mengakses sistem pada waktu yang sama sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ia menjelaskan, server SPMB sempat tidak dapat diakses setelah menerima lonjakan pengguna secara bersamaan pada hari pertama pelaksanaan. Kondisi itu berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih memungkinkan proses pendaftaran berjalan meski terdapat beberapa kendala teknis.
“Kalau tahun lalu masih bisa digunakan meskipun ada beberapa fitur yang belum berjalan sempurna. Sekarang ini benar-benar tidak bisa diakses karena servernya down,” katanya.
Nurdin menyebut gangguan tersebut tidak lepas dari penggunaan sistem terintegrasi yang untuk pertama kalinya digunakan secara serentak oleh seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Ini pertama kalinya Kaltim menggunakan satu aplikasi untuk semua daerah. Sebelumnya biasanya masing-masing daerah memiliki sistem sendiri atau hanya digunakan oleh beberapa wilayah,” jelasnya.
Akibat gangguan tersebut, banyak calon peserta didik kehilangan kesempatan melakukan pendaftaran pada hari pertama. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah provinsi memberikan tambahan waktu agar seluruh siswa memperoleh kesempatan yang sama mengikuti proses seleksi.
“Kasihan kalau tidak ada tambahan waktu. Karena sampai sekarang masih banyak yang belum bisa mengakses sistem,” tuturnya.
Meski demikian, portal SPMB tetap menyediakan akses bebas untuk seluruh wilayah pada pukul 22.00 hingga 07.00 Wita. Namun, proses verifikasi dokumen tetap dilakukan pada jam kerja oleh operator sekolah.
“Kalau siswa mendaftar malam hari, verifikasinya tetap dilakukan keesokan harinya oleh operator sekolah,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan berkas pendaftaran, SMA Negeri 1 Bontang menyiapkan tujuh operator verifikasi. Seluruh dokumen yang masuk akan diperiksa secara cermat guna memastikan kesesuaian data dan persyaratan.
“Sekarang kami lebih berhati-hati. Prestasi harus sesuai, rapor juga harus benar. Itu yang membuat proses verifikasi memerlukan waktu,” ungkapnya.
Sesuai jadwal yang tercantum dalam petunjuk teknis, pendaftaran tahap pertama SPMB dijadwalkan berakhir pada 24 Juni 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi tahap pertama akan dilaksanakan pada 26 Juni 2026.
Hingga kini, sekolah masih menunggu arahan lanjutan dari Disdikbud Kaltim terkait kemungkinan revisi jadwal maupun perpanjangan masa pendaftaran. (ak)


















































