Warga Kanaan Bontang Desak Penanganan Permanen Pasca Longsor

2 days ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang Warga Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, berharap penanganan permanen pasca longsor yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) menjadi prioritas Pemerintah Kota Bontang.

Pasalnya, penanganan yang dilakukan hingga kini masih bersifat sementara dan dinilai belum memberikan jaminan keamanan jangka panjang, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Andina, anak dari pasangan Yanti (61) dan Abdullah (67), warga RT 01 yang rumahnya terdampak longsor. Ia mengaku khawatir potensi longsor susulan masih bisa terjadi.

Saat ini, penanganan sementara dilakukan melalui pembuatan saluran drainase darurat untuk mengalihkan aliran air, serta pemasangan tanggul penguat dari karung berisi tanah di sisi dinding longsor.

Upaya tersebut melibatkan TNI dari Kodim 0908 dan Batalyon Arhanud 7 ABC, Polres Bontang, anggota DPRD Joni Alla Padang, serta pihak Kelurahan Kanaan.

Meski demikian, Andina menilai langkah tersebut belum cukup. Ia berharap pemerintah segera membangun tanggul permanen serta memperluas sistem drainase di sekitar lokasi longsor agar air tidak tertahan di tanah yang labil.

“Sekarang drainase hanya dibuat di satu titik. Harapannya bisa dibangun juga di sekitar lokasi longsor supaya air tidak mengendap di tanah,” ujarnya saat dihubungi, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, penanganan permanen seharusnya bisa direalisasikan melalui pemanfaatan anggaran darurat. Selama kondisi di bagian atas lahan belum stabil, ia belum berani memperbaiki rumah orang tuanya.

“Saya ingin memperbaiki rumah orang tua, tapi kalau bagian atasnya belum aman, perbaikannya bisa sia-sia kalau terjadi longsor lagi,” ungkapnya.

Hingga kini, warga telah menjalani hari ke-11 pasca longsor dengan kondisi terbatas. Lantai rumah masih tertutup pasir dan lumpur, sementara sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang menawarkan relokasi sementara ke rumah susun sewa (rusunawa) di Kelurahan Guntung. Namun opsi tersebut dinilai kurang sesuai bagi sebagian warga, khususnya lanjut usia.

“Bapak sudah dua kali stroke. Kami khawatir jika harus naik turun tangga di rusunawa,” jelas Andina.

Ia berharap rumah orang tuanya dan warga terdampak lainnya menjadi prioritas dalam penanganan permanen pasca longsor. Diketahui, terdapat lima rumah warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Kami hanya berharap tempat tinggal orang tua kami bisa segera ditangani secara serius dan permanen,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |