98 Bayi di Bontang Suspek Campak, Dinkes Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

5 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat puluhan bayi di Kota Bontang terindikasi mengalami gejala campak.

Saat ini, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosisnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang Nur Asmah, mengungkapkan hingga kini terdapat 98 bayi yang tercatat sebagai suspek campak.

Ia menjelaskan, gejala awal penyakit campak umumnya ditandai dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata tampak kemerahan. Setelah beberapa hari, biasanya muncul ruam atau bintik merah pada kulit yang menjadi ciri khas penyakit tersebut.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan bahwa seluruh kasus tersebut merupakan campak. Pasalnya, beberapa penyakit lain juga dapat menimbulkan gejala serupa.

“Semua masih suspek. Kami harus memastikan melalui pemeriksaan laboratorium. Karena ada penyakit lain seperti DBD yang juga bisa menimbulkan ruam,” ungkap Nur Asmah saat dihubungi, Kamis (12/3/2026).

Nur Asmah menuturkan, sampel pemeriksaan telah dikirim ke laboratorium di Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah kasus tersebut benar merupakan campak atau tidak.

Ia juga mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Bontang akan menggencarkan imunisasi campak di seluruh wilayah kota.

“Imunisasi dosis pertama wajib diberikan kepada bayi usia 9 bulan. Namun jika ada satu kasus muncul, maka imunisasi akan diberikan kepada semua anak yang berisiko, baik yang sudah pernah maupun yang belum,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan membiasakan anak-anak menerapkan kebersihan sejak usia dini.

Upaya pencegahan juga akan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai layanan, mulai dari satuan pendidikan, fasilitas kesehatan hingga posyandu.

“Kami akan lakukan secara menyeluruh, baik di satuan pendidikan, fasilitas kesehatan hingga posyandu. Anak-anak akan kami berikan imunisasi,” pungkasnya. (*)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |