Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Diduga Teror untuk Membungkam Suara Kritis

4 hours ago 2

BONTANGPOST.ID – Kabar duka sekaligus keprihatinan mendalam menyelimuti dunia penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal berupa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3) malam.

Serangan tersebut mengakibatkan Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh. Area yang paling terdampak meliputi kedua tangan, wajah, dada, hingga bagian mata.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan serangan terjadi sesaat setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

Podcast tersebut diketahui membahas isu sensitif mengenai remiliterisme dan judicial review di Indonesia.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan diagnosa medis, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” jelas Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Pihak KontraS menduga serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang bertujuan membungkam aktivis dan masyarakat sipil yang bersuara kritis terhadap isu-isu kenegaraan.

Menurut Dimas, para pembela HAM seharusnya mendapat perlindungan penuh sesuai amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM serta berbagai instrumen hukum lainnya.

Ini adalah alarm keras bagi demokrasi kita. Peristiwa ini harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat sipil,” tegasnya.

KontraS pun mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Kami meminta kepolisian segera mengidentifikasi pelaku dan membongkar motifnya. Kekerasan terhadap pembela HAM tidak boleh dibiarkan tanpa penindakan hukum yang tegas,” pungkas Dimas. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |