Anggaran Terbatas, PUPRK Bontang Baru Tangani 30–40 Meter Longsoran Jalan Soekarno-Hatta

5 hours ago 2

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menargetkan penanganan longsoran di ruas Jalan Soekarno-Hatta. Proses pengadaan pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai bulan ini.

Meski kebutuhan penanganan mencapai ratusan meter, tahun ini baru sekitar 30 hingga 40 meter yang dapat dikerjakan sesuai kemampuan anggaran.

Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, mengatakan berdasarkan perencanaan awal, panjang penanganan longsoran di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 100 hingga 140 meter.

Namun dengan alokasi anggaran yang tersedia saat ini, kemungkinan kita baru bisa menangani sekitar 30 sampai 40 meter yang benar-benar rawan,” kata Anwar.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek ini dianggarkan sebesar Rp4,5 miliar yang bersumber dari APBD tahun ini. Turap penahan tanah yang dibangun direncanakan memiliki tinggi sekitar 4,75 meter.

Menurutnya, penanganan longsoran akan dilakukan dengan pembangunan turap penahan tanah. Metode yang digunakan kali ini berbeda dengan proyek sebelumnya yang memakai sistem pengecoran di tempat. Pada proyek ini akan digunakan beton pracetak (precast).

Jadi sistemnya lebih ke pemasangan elemen pracetak,” ujarnya.

Ia optimistis pekerjaan bisa dimulai pada Maret. Saat ini, proses penyusunan jadwal serta tahapan pemilihan penyedia sedang berlangsung. Februari ditargetkan menjadi tahap akhir pemilihan penyedia sehingga kontrak dapat diteken pada bulan berikutnya.

Anwar menambahkan, jadwal penyelesaian proyek juga telah memperhitungkan faktor cuaca. Target penyelesaian dipatok hingga November, bukan Desember.

Perhitungan kita sudah termasuk potensi cuaca yang tidak menguntungkan. Targetnya November sudah selesai, kecuali jika terjadi kondisi luar biasa di luar prediksi,” tegasnya.

Ia mengakui kendala terbesar biasanya bukan pada perencanaan teknis, melainkan kesiapan finansial serta peralatan penyedia jasa. Terutama untuk pengadaan material bricase yang membutuhkan waktu produksi sekitar dua bulan.

Kalau sistem manual pemancangan, bisa sangat lambat. Itu sangat berpengaruh pada durasi pelaksanaan,” tandasnya. (ak)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |