Siklon Senyar Rusak Ribuan Rumah, 98 Warga Sumatra Meninggal, Puluhan Hilang

1 day ago 9

BONTANGPOST.ID – Hujan ekstrem yang terjadi berturut-turut di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan tanah longsor berskala besar. Dampaknya meluas, menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa dalam jumlah besar.

Hingga laporan terbaru, sedikitnya 98 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dicari. Ribuan rumah rusak, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi. Pemerintah provinsi di tiga wilayah tersebut telah menetapkan status darurat bencana.

BMKG mengidentifikasi Siklon Senyar sebagai pemicu utama bencana. Fenomena siklon yang langka di wilayah dekat khatulistiwa ini membentuk Meso-scale Convective Complex, yaitu kumpulan awan raksasa yang menghasilkan curah hujan ekstrem tanpa henti. Hal ini dijelaskan oleh Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) juga menyoroti kerusakan lingkungan akibat aktivitas ekstraktif sebagai faktor yang memperparah dampak bencana.

Aceh Lumpuh Total

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menetapkan status tanggap darurat berlaku 28 November–11 Desember 2025. Hampir seluruh kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor. Akses Banda Aceh–Medan terputus setelah jembatan penghubung ambruk.

BPBA mencatat 30 meninggal dunia, 16 hilang, 119.998 jiwa terdampak, dan 20.759 warga mengungsi per Kamis (27/11).

Sumatra Utara Terendam, Tapanuli Tengah Terisolasi

Di Sumut, BPBD melaporkan 47 korban tewas, 9 hilang, dan 67 luka-luka. Banjir melanda banyak wilayah, termasuk Kota Medan dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.

Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi daerah terdampak terparah. Bupati Masinton Pasaribu menyebut wilayahnya terisolasi total akibat putusnya akses jalan, listrik, dan internet. Akses hanya mungkin melalui udara via Bandara Pinangsori dan jalur laut melalui Pelabuhan Sibolga. Pemerintah menyiapkan dua helikopter untuk menjangkau wilayah terisolasi.

Sumatra Barat Tetapkan Tanggap Darurat

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Sumbar lumpuh, termasuk Padang, Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi. Pemerintah provinsi menetapkan status tanggap darurat hingga 8 Desember.

BNPB menyebut bantaran Sungai Minturun di Padang sebagai salah satu titik terdampak terparah. BPBD Sumbar mencatat 21 korban meninggal, 3 hilang, dan 4 luka-luka, sementara 12.000 jiwa terdampak bencana hingga Kamis (27/11) malam. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |