BONTANGPOST.ID, Bontang — PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) kembali menggelar Stop and Think Day 2025 di Hotel Equator, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini diikuti ratusan rekanan PT KNI dari berbagai sektor, mulai bongkar muat, transporter, agen kapal, surveyor, hingga koperasi. Tiga pemateri dari PT KNI turut hadir, yaitu Fakhrul Firdaus, I Wayan Kartika, dan Mahbuk, yang membawakan materi tentang stop! think! because we care, high potential incident, serta safety sharing.
Ketua Pelaksana Suryo, dalam laporannya mengatakan bahwa tema acara berhenti sejenak, pikirkan keselamatan karena setiap langkah bernilai bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif pekerja. Sebab, keselamatan bukanlah paksaan, melainkan pengingat bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko.
“Datang ke tempat kerja dengan selamat, pulang pun dengan selamat karena ada yang menanti kita di rumah. Kondisi kita bukan hanya sekadar bekerja, tapi menjaga keselamatan,” ujarnya.
Site Director PT KNI, Bakat Subroto Hadi, berharap kegiatan ini dapat menghasilkan empat poin utama: meningkatnya kesadaran keselamatan, terbentuknya budaya safety, kemampuan mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, serta tumbuhnya komitmen dan tanggung jawab pekerja terhadap diri sendiri dan rekan kerja.
“Berbicara dan mendengar adalah budaya yang ingin kita galakkan. Tidak peduli apa pun posisi Anda, ketika melihat rekan bekerja tidak aman, Anda harus berbicara dan sebaliknya, harus mau mendengarkan,” tegasnya.
Menurutnya, di PT KNI setiap orang berhak berbicara soal keselamatan, dan setiap orang wajib mendengarkan demi memastikan semua pekerja dapat pulang dengan selamat setiap hari.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Bontang, yang diwakili Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Capt Herdi Setiawan, mengapresiasi pelaksanaan Stop and Think Day. Ia menilai kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif — antara perusahaan, pekerja, regulator, dan seluruh pihak operasional.
“Dengan berhenti sejenak untuk berpikir, kita memastikan setiap langkah berada dalam koridor K3 yang benar, sehingga risiko dapat diminimalkan dan keselamatan dimaksimalkan,” ujarnya.
Kasat Intel Polres Bontang, AKP Didik Sulistyo, dalam penutupannya menegaskan pentingnya menjaga keselamatan dalam pengawalan bahan ammonium nitrate. Ia juga mengimbau pekerja menjauhi narkoba.
“Stop narkoba. Hindari narkoba karena dapat membuat pikiran tidak jernih. Sementara keselamatan kerja adalah kunci utama kita semua,” pungkasnya. (*)
















































