BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang terus berupaya menekan potensi banjir di Kota Bontang melalui program jangka pendek berupa penurapan sungai.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, menyebut hingga 2025 total panjang sungai yang telah diturap mencapai 14.163 meter dari total 28.630 meter.
“Artinya baru 49,47 persen DAS Bontang yang diturap,” ujar pejabat yang akrab disapa Bowo tersebut.
Pada 2026, pemerintah tetap memprogramkan penurapan sungai. Namun peningkatannya diperkirakan tidak signifikan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Bowo pun belum dapat memastikan tambahan panjang penurapan yang akan terealisasi tahun ini.
Untuk penanganan banjir secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp332 miliar yang bersumber dari APBD Bontang dan bantuan keuangan Pemprov Kalimantan Timur.
Anggaran tersebut juga mencakup program jangka menengah, di antaranya revitalisasi Waduk Kanaan senilai Rp50 miliar serta pembangunan tahap awal Polder Tanjung Laut sekitar Rp10 miliar.
Sejumlah pekerjaan lain yang direncanakan tahun ini meliputi pembangunan jalan inspeksi Sungai Bontang di Jalan Simon Tampubolon dan Sungai Dahlia senilai Rp32 miliar, pembangunan bangunan pengaman pantai di Kelurahan Loktuan, serta tanggul Sungai Bontang di Kelurahan Api-Api masing-masing Rp14,8 miliar.
Selain itu, pembangunan tanggul sungai di Bontang Kuala senilai Rp4,9 miliar, normalisasi sungai dan drainase Rp3,2 miliar, pembangunan rumah pompa banjir Rp261 juta, serta tanggul sungai di RT 3 Kanaan Rp191 juta juga masuk dalam program.
“Anggaran itu tersebar di PUPRK, Perkimtan, dan kecamatan,” jelasnya.
Sementara untuk DAS Guntung, penurapan yang telah terealisasi mencapai 2,6 kilometer dari total panjang sungai sekitar 17,6 kilometer. (ak)


















































