Mengenal AT-802, Pesawat Pengangkut BBM Pelita Air yang Jatuh di Krayan Kaltara

9 hours ago 5

BONTANGPOST.ID – Pesawat AT-802 kini memiliki versi khusus yang berfungsi sebagai pengangkut bahan bakar (fuel tanker). Selain itu unit ini juga digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Versi ini merupakan modifikasi dari pesawat pertanian dan pemadam kebakaran yang sudah dikenal di Indonesia.

Pesawat AT-802 versi fuel tanker dapat membawa hingga 3.000 liter cairan, baik berupa air, foam, maupun bahan bakar khusus.

Selain itu, AT-802 versi pengangkut BBM dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek maupun perairan, menjadikannya fleksibel untuk wilayah terpencil. Pesawat ini juga dirancang tetap stabil saat membawa cairan dalam jumlah besar, memastikan keamanan operasi di medan kebakaran yang berat.

Versi fuel tanker AT-802 menjadi salah satu solusi cepat dan efektif untuk memperkuat kapasitas penanggulangan, terutama di daerah dengan akses terbatas. Pesawat ini dapat digunakan bersamaan dengan versi fire boss untuk pemadaman langsung maupun penyemprotan bahan penghambat api dari udara.

PESAWAT BBM JATUH

Kabar duka datang dari maskapai Pelita Air yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) sekira 4 ton ke wilayah Krayan. Pesawat yang membawa BBM tersebut terjatuh sekitar tiga kilometer dari ujung runway Bandara Yuvai Semaring setelah take-off.

Camat Krayan Ronny Firdaus menceritakan, pesawat yang dikendalikan sang pilot bernama Capt Hendrik baru saja menjalankan tugasnya mengantarkan BBM dari Kota Tarakan ke Long Bawan, Krayan, Kamis (19/2).

“Pesawat sudah bawa BBM, mau kembali. Setelah terbang masyarakat sempat melihat berputar-putar kemudian oleng lalu terdengar ledakan disusul asap hitam,” ucap Ronny Firdaus usai melakukan evakuasi.

Ia menceritakan, usai mengetahui adanya pesawat terjatuh, ia bersama masyarakat langsung menuju sumber api yang menjadi petunjuk. Dan untuk sampai ke lokasi pesawat terjatuh harus ditempuh dengan berjalan kaki.

“Perjalanan sekitar 40 menit sampai lokasi. Pertama ketemu pecahan sayap pesawat kemudian jarak beberapa meter ditemukan puing lainnya. Dan posisi pilot masih berada di pesawat,” kisahnya.

Ia mengaku, saat melihat kondisi pesawat sudah terbakar. Sang pilot masih berada di pesawat tersebut. Kemudian, masyarakat bersama TNI Polri melakukan evakuasi terhadap korban.

Kemudian, jenazah sang pilot di tempatkan di Rumah Sakit Pratama (RSP) Krayan. Ia mengaku tidak ada proses hambatan yang berarti selama proses evakuasi dan masyarakat ikut bergerak membantu. “Selanjutnya, apakah dari pihak pertamina atau maskapai yang menangani. Yang pasti jenazah sudah berada di RSP Krayan,” ujarnya. (akz/lim/kpg)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |