Penguatan Pariwisata Bontang Difokuskan pada Peningkatan SDM dan Pelayanan

5 days ago 17

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang kembali menegaskan posisinya sebagai ruang keberagaman yang hidup. Tidak hanya dikenal sebagai kota industri, Bontang juga hadir sebagai kota dengan kekayaan budaya, tradisi, hingga kuliner yang berpadu harmonis.

Konsep “miniatur Indonesia” bukan sekadar slogan. Pemkot Bontang mulai menata potensi tersebut melalui pembinaan intensif kepada para pelaku wisata.

Semangat penguatan sektor pariwisata itu tampak dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Nilai Sapta Pesona yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) di Hotel Bintang Sintuk, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini dihadiri kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku budaya, serta komunitas Remaong Kutai Berjaya.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan panorama dan kekayaan budaya. Ia menyebut faktor sumber daya manusia sebagai penentu utama berkembangnya sektor wisata.

“Pengembangan pariwisata tidak hanya bertumpu pada atraksi atau destinasi, tetapi juga kesiapan masyarakat dan pelaku wisata dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar pejabat yang akrab disapa AH itu.

Sapta Pesona yang mencakup keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan — disampaikan sebagai fondasi utama yang harus melekat pada masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di dunia wisata. Menurut Agus Haris, destinasi wisata yang tengah ditata pemerintah tidak akan berkembang tanpa dukungan SDM yang kompeten, kreatif, dan berorientasi pelayanan.

Saat ini Pemkot Bontang tengah menguatkan beberapa destinasi unggulan, seperti wisata religi Masjid Terapung di Kampung Selambai serta wisata budaya dan adat di wilayah Guntung. Namun, Agus Haris menegaskan bahwa infrastruktur yang baik harus dibarengi pelayanan ramah dan profesional.

Dalam bimtek yang berlangsung selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diminta menerapkan prinsip Sapta Pesona dalam aktivitas wisata di lingkungan masing-masing. Ia turut mendorong kolaborasi lintas etnis, pelaku seni, hingga perusahaan untuk memperkuat ekosistem pariwisata Bontang.

“Saya berharap pelatihan ini diikuti praktik nyata di lapangan. Kita ingin setiap wisatawan pulang membawa kesan positif dan kenangan manis tentang Bontang,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |