BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, menawarkan relokasi sementara ke Rusunawa Guntung bagi warga terdampak longsor di Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, RT 01. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran warga terhadap potensi longsor susulan.
Saat ini, penanganan darurat masih dilakukan di lokasi kejadian. Upaya tersebut meliputi penimbunan tanah untuk memadatkan akses jalan warga, pembersihan rumah terdampak, serta pemasangan tanggul sementara dari karung berisi pasir sebagai penahan longsor.
Penanganan darurat melibatkan personel TNI dari Batalyon 7/ABC dan Kodim, BPBD Bontang, warga setempat, serta pihak Kelurahan Kanaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (19/1/2026).
Neni menjelaskan, pembangunan penguatan dinding tebing dan drainase permanen belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 telah disahkan.
“Relokasi juga membutuhkan anggaran. Kalau warga bersedia, sementara bisa menempati Rusunawa di Guntung,” ujarnya saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan mitigasi awal dengan berkoordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Bantuan yang disalurkan berupa pembersihan rumah warga serta bantuan sosial sesuai kebutuhan. Sejumlah perusahaan juga disebut telah bergerak memberikan bantuan sejak awal kejadian.
Selain itu, Neni menyebut Anggota DPRD Bontang, Joni Alla’ Padang, turut membantu dengan menyediakan tanggul darurat di lokasi longsor.
“Mereka sudah bergerak membantu warga,” terangnya.
Neni juga mengungkap adanya aktivitas penambangan galian C ilegal di kawasan Kanaan yang diduga memperparah kondisi lingkungan. Ia menegaskan aktivitas tersebut harus dihentikan karena telah berdampak langsung terhadap keselamatan warga.
“Sekitar dua minggu lalu sudah ada yang ditangkap setelah kami laporkan ke aparat,” pungkasnya. (*)














































