Pemkot Bontang Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Produk Lokal Masuk Pasar Global Terbuka Lebar

1 week ago 28

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemkot Bontang mulai mendorong pembentukan komunitas UMKM yang berfokus pada ekspor. Langkah ini difasilitasi Dinas Koperasi Usaha Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) untuk memperkuat ekosistem usaha lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Kabid Perdagangan DKUMPP, Sunita Sinaga, mengatakan komunitas tersebut disiapkan menjadi wadah pembinaan, berbagi pengalaman, dan pemantapan standar ekspor bagi pelaku UMKM. Pembentukan ini berawal dari kebutuhan pelaku UMKM yang ingin disatukan dalam jejaring khusus ekspor.

Di dalam komunitas tersebut juga terdapat pelaku UMKM yang telah berpengalaman menembus pasar luar negeri. Mereka dapat saling bertukar informasi, mulai dari teknik pengemasan, standar mutu produk, strategi pemasaran, hingga prosedur administrasi ekspor yang selama ini menjadi kendala utama.

“Komunitas ini nanti tempat sharing. UMKM yang sudah ekspor membina yang belum. Termasuk berbagi tips kemasan dan informasi pasar,” jelas Sunita usai pertemuan dengan sejumlah UMKM.

Bontang sendiri sudah memiliki sejumlah UMKM yang lebih dulu menembus pasar internasional. Sedikitnya delapan produk olahan seperti abon tuna, abon jaya, keripik bawis, amplang, dan pisang sale telah diekspor ke Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura, hingga California.

Capaian tersebut menjadi alasan DKUMPP memperkuat jaringan agar pengalaman pelaku usaha yang sudah berhasil dapat ditularkan kepada UMKM lainnya.

Saat ini, DKUMPP sedang melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh pelaku UMKM yang berpotensi ekspor. Data tersebut mencakup jenis produk, riwayat ekspor, negara tujuan, hingga kendala teknis dan pemasaran. Hasil pendataan akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja dan struktur komunitas ekspor.

“Kita harus tahu siapa yang sudah ekspor, siapa yang belum, dan kendalanya apa. Dari situ baru disusun rencana kerjanya,” tambah Sunita.

Pekan depan, DKUMPP akan berkoordinasi dengan Kesbangpol untuk melanjutkan proses pembentukan komunitas. Meski tidak wajib berbadan hukum, pemerintah membuka peluang pengesahan jika kelak komunitas membutuhkan akses bantuan atau program pendukung.

Sunita berharap komunitas ini menjadi ruang saling menguatkan antar-pelaku usaha sekaligus memacu lebih banyak UMKM Bontang agar siap bersaing secara global.

“Tujuannya jelas, kita ingin UMKM Bontang naik kelas dan punya peluang besar masuk pasar ekspor,” tegasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |