Pemkot Bontang dan Tanoto Foundation Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Talk Show Kolaboratif

4 days ago 21

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersama Tanoto Foundation menggelar talk show bertajuk “Kolaborasi Daerah untuk Pendidikan Berkualitas” di Ruang Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Rabu (26/11/2025).

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, dan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kaltim Wiwik Setiawati, hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi tersebut.

Talk show membahas arah kebijakan pendidikan daerah, peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan literasi dan numerasi.

Dalam kesempatan itu, Tanoto Foundation memaparkan lima proyek inovatif dari Fasilitator Daerah (Fasda) terbaik. Di antaranya GLINUS dari Kutai Kartanegara, SIBINAR dan CERDIK dari Balikpapan, Litera5 yang telah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran menulis, serta program KPFP dari Bontang yang meningkatkan kompetensi guru hingga 98 persen melalui pelatihan penyusunan LKPD berbasis AKM.

Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Wali Kota bersama Kepala BGTK Kaltim menyerahkan sertifikat kepada ketua program KPFP, CERDIK, dan Litera5. Penghargaan ini menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap gerakan inovasi di sekolah.

Perwakilan Tanoto Foundation sekaligus moderator Roselina Ping Juan, menegaskan bahwa perubahan pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi pada aksi nyata para guru dan Fasda di lapangan.

“Guru dan Fasda adalah penggerak inovasi. Mereka yang setiap hari menghadapi tantangan literasi dan numerasi di ruang kelas,” ujarnya.

Tanoto Foundation turut memaparkan Program Operation & Innovation Grant yang sejak 2023 mendorong lahirnya inovasi berbasis kebutuhan riil sekolah, mulai dari baca-tulis, numerasi dasar, hingga budaya belajar aktif.

Pada forum yang sama, Wakil Wali Kota Agus Haris menyinggung rencana penguatan kebijakan pendidikan daerah, termasuk regulasi jam belajar malam dan kolaborasi dengan Satpol PP dalam pengawasan aktivitas anak.

“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi sebagai mitra yang memastikan setiap anak di Bontang memperoleh pendidikan terbaik,” tegasnya.

Ia menambahkan komitmen Pemkot Bontang dalam peningkatan literasi dan numerasi, pemberian insentif guru swasta dan honorer, percepatan sertifikasi, hingga pengembangan sekolah rintisan.

“Porsi anggaran pendidikan dalam APBD kami pastikan tidak pernah kurang dari 20 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGTK Kaltim Wiwik Setiawati, menekankan pentingnya percepatan sertifikasi melalui transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia menyampaikan bahwa sebelumnya banyak guru terbentur biaya dan akses, namun kini PPG dilakukan secara daring dan lebih masif.

“Pada 2024, sekitar 600 ribu guru se-Indonesia bisa langsung mengikuti PPG. Di Kaltim masih ada sekitar 7.000 guru yang belum tersertifikasi, dan tahun ini kami berupaya menuntaskannya,” jelasnya.

Wiwik juga mengimbau guru yang belum S1 tetapi memenuhi syarat tetap memeriksa akun SIMPKB untuk memastikan kelayakan mengikuti PPG.

Acara turut dihadiri Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Retno Febriaryanti, Ketua PGRI Bontang Safaruddin, Fasda, agen perubahan pendidikan, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |