BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menganggarkan pembenahan Kantor Wali Kota pada tahun ini dengan fokus pemasangan aluminium composite panel (ACP). Program tersebut bertujuan mempercantik sekaligus memodernisasi tampilan bangunan pusat pemerintahan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pembenahan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah perkantoran yang lebih representatif, modern, dan nyaman, baik bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat.
Menurutnya, gedung perkantoran di lingkungan Pemkot Bontang sudah cukup lama tidak mengalami pembaruan signifikan. Karena itu, pemasangan ACP dinilai penting untuk meningkatkan estetika bangunan sekaligus menyesuaikan dengan konsep kota modern.
“Kurang lebih sudah 10 sampai 15 tahun belum ada pembenahan besar. Kami ingin kantor wali kota tampil lebih cantik, kekinian, dan modern,” ujar Neni.
Pemasangan ACP pada gedung Kantor Wali Kota di kawasan Bontang Lestari diharapkan mampu memberikan kesan rapi dan profesional. Selain memperindah tampilan, material ACP juga dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca.
Tak hanya soal estetika, pembenahan gedung perkantoran ini juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan kerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Tidak hanya mempercantik, tapi juga mendukung kenyamanan kerja dan pelayanan. Kami ingin kantor pemerintahan menjadi representasi kota yang modern,” ucapnya.
Selama ini, pembenahan gedung Kantor Wali Kota hanya dilakukan melalui pengecatan ulang yang membutuhkan biaya cukup besar dan harus dilakukan secara berkala. Dengan pemasangan ACP, Pemkot berharap dapat meminimalkan kebutuhan pengecatan rutin.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran yang disiapkan untuk pemasangan ACP tersebut mencapai Rp8,8 miliar.
Selain Kantor Wali Kota, Pemkot Bontang juga berencana melakukan pembenahan secara bertahap terhadap Gedung Graha Taman Praja. Langkah ini merupakan bagian dari penataan kawasan pemerintahan di Bontang Lestari agar lebih tertata dan selaras dengan visi kota modern.
Meski fokus pada pembaruan tampilan bangunan, Neni menegaskan aspek keamanan dan mitigasi tetap menjadi prioritas. Seluruh pekerjaan akan melalui perhitungan teknis yang matang, termasuk memperhatikan jalur evakuasi.
“Mitigasi tetap diperhitungkan. Semua pasti ada perencanaannya, termasuk aspek keamanan dan jalur evakuasi,” tuturnya.
Ia berharap pembenahan Kantor Wali Kota Bontang dapat menjadi langkah awal dalam memperindah wajah kota secara keseluruhan. Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Doakan saja semoga kota kita semakin indah. Kalau lingkungan kantor rapi dan modern, tentu berdampak pada wajah kota secara keseluruhan,” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Kota Bontang, Akhmad Soeharto, menjelaskan bahwa pemasangan ACP tidak mencakup seluruh sisi dinding luar Kantor Wali Kota, mengingat keterbatasan anggaran.
“Kemungkinan hanya bagian depan saja,” ujarnya. (ak)

















































