BONTANGPOST.ID, Bontang – Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang menunjukkan hasil menggembirakan.
Hingga hari kedua pelaksanaan, sebanyak 7.903 balita telah mengikuti penimbangan atau mencapai 80,63 persen dari total sasaran 9.802 balita yang tersebar di seluruh kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–13 Juni 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bontang dalam mempercepat penurunan angka stunting. Operasi timbang dilaksanakan di 125 posyandu dengan dukungan 984 kader kesehatan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, operasi timbang memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
“Operasi timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting untuk memastikan seluruh balita tumbuh sehat, status gizinya terpantau, dan mendapatkan intervensi yang tepat sejak dini. Target kita jelas, menuju zero stunting,” ujar Neni.
Dalam pelaksanaannya, setiap balita menjalani pengukuran berat badan dan tinggi badan. Seluruh data kemudian diinput ke aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) sebagai dasar penyusunan kebijakan serta intervensi gizi.
Berdasarkan data per 10 Juni 2026, Kelurahan Gunung Elai mencatat capaian tertinggi dengan 816 balita ditimbang atau 96,91 persen dari total sasaran. Posisi berikutnya ditempati Kelurahan Guntung dengan capaian 96,02 persen.
Kelurahan Berbas Tengah menyusul dengan capaian 90,41 persen, disusul Bontang Lestari 88,32 persen dan Berbas Pantai 87,55 persen. Sementara itu, Kanaan mencapai 86,09 persen, Gunung Telihan 82,76 persen, dan Bontang Kuala 80,19 persen.
Di sisi lain, Satimpo masih menjadi kelurahan dengan capaian terendah, yakni 63,23 persen. Belimbing berada di angka 63,30 persen, sedangkan Tanjung Laut Indah mencapai 71,37 persen.
Neni meminta seluruh pihak, mulai dari kelurahan, puskesmas, RT, kader posyandu hingga masyarakat, terus memperkuat kolaborasi selama pelaksanaan operasi timbang.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut sangat penting untuk memastikan program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Data yang diperoleh dari operasi timbang ini sangat penting sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan. Dengan data yang valid, intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (ak)


















































