BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga RT 26 Kelurahan Api-Api meminta Pemerintah Kota Bontang melanjutkan pembangunan turap di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah mereka. Abrasi yang terus terjadi di bantaran sungai kini mulai mengancam permukiman warga.
Ketua RT 26 Kelurahan Api-Api, Harmin Taji, mengatakan masih terdapat sekitar 500 meter bantaran sungai yang belum diturap. Lokasinya berada di sepanjang aliran sungai mulai dari jembatan penghubung RT 26 dan RT 33 hingga jembatan di RT 27.
Menurut Harmin, Pemkot Bontang telah melakukan pembangunan turap di kawasan tersebut pada 2024 lalu. Namun, pengerjaan baru mencakup beberapa titik sehingga masih menyisakan area yang rentan terdampak abrasi.
“Masih ada sekitar 100 meter di salah satu titik yang belum diturap. Di kawasan itu terdapat delapan rumah yang kami khawatir terdampak pengikisan bantaran sungai dan banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat banjir pada awal tahun lalu, luapan air sungai lebih banyak terjadi di area yang belum memiliki turap. Kondisi itu membuat warga semakin waswas, terlebih memasuki periode meningkatnya curah hujan.
Selain meningkatkan risiko banjir, abrasi juga terus menggerus bantaran sungai. Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah fasilitas dan lahan warga. Salah satunya bangunan toilet Musala RT 26 yang berada di tepi sungai dan kini tampak mulai miring.
Tak hanya itu, lahan di belakang beberapa rumah warga juga mengalami pengikisan akibat derasnya arus air saat debit sungai meningkat.
“Dulu sungainya kecil. Setelah dinormalisasi menjadi lebih lebar dan ditambah limpahan air dari wilayah hulu, bantaran sungai semakin terkikis,” katanya.
Harmin berharap pemerintah dapat menuntaskan pembangunan turap, khususnya di wilayah hilir sungai yang masih rawan abrasi. Menurutnya, penanganan yang telah dilakukan di kawasan hulu perlu dilanjutkan agar pengikisan bantaran dan luapan air tidak semakin mengancam permukiman warga.
Usulan tersebut, kata dia, telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026. Namun hingga kini belum ada informasi terkait tindak lanjutnya.
“Sudah saya sampaikan dan usulkan melalui Musrenbang 2026, tetapi sampai sekarang belum ada kabar,” pungkasnya. (*)


















































