BONTANGPOST.ID, Bontang – Jalan poros Samarinda–Bontang mendapat penanganan rehabilitasi dari pemerintah pusat.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) mengucurkan anggaran sekitar Rp116 miliar untuk perbaikan ruas sepanjang kurang lebih 80 kilometer.
Proyek tersebut mencakup jalur mulai dari Simpang Tiga Muara Badak hingga Simpang Tiga Bontang–Sangatta. Pengerjaannya dilaksanakan oleh PT Bumi Infrastruktur Nusantara.
Site Operational Manager PT Bumi Infrastruktur Nusantara, Ikrar Akbar, mengatakan masa kerja dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 16 Desember 2025. Durasi pengerjaan ditetapkan selama 25 bulan dan ditargetkan rampung hingga akhir 2027.
“Total penanganan terbagi dua. Penanganan efektif sepanjang 14,550 kilometer dan penanganan rutin sekitar 66 kilometer,” ujarnya.
Untuk penanganan efektif, pekerjaan meliputi pemasangan box culvert di Kilometer 17, penanganan longsoran, serta pengaspalan badan jalan di sejumlah titik sepanjang 14,550 kilometer.
Sementara itu, penanganan rutin dilakukan di sepanjang 66 kilometer, berupa pembersihan drainase, penutupan lubang, serta pemotongan rumput di bahu dan badan jalan.
Ikrar menjelaskan, pekerjaan tahap awal difokuskan pada pemasangan box culvert di KM 17, tepatnya di kawasan Danau Redan. Titik ini dinilai paling krusial karena badan jalan kerap tergenang saat hujan.
“Gorong-gorong lama tersumbat dan rusak akibat sedimen tanah dari bukit bekas tambang. Ditambah kontur jalannya cekung, sehingga genangan air sering terjadi. Itu yang kami dahulukan,” jelasnya.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan sistem buka-tutup jalan. Satu sisi jalan diselesaikan hingga tahap pemadatan, kemudian dilanjutkan ke sisi lainnya agar arus lalu lintas tetap berjalan.
Ia mengakui pekerjaan di KM 17 sempat menimbulkan kemacetan. Namun, pihaknya mendapat target dari BBPJN Kaltim agar pemasangan box culvert rampung paling lambat H-11 sebelum Lebaran. Untuk mempercepat progres, sebanyak 20 pekerja dikerahkan dengan sistem kerja bergantian.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama pengerjaan berlangsung. Sistem buka-tutup tetap kami terapkan agar arus lalu lintas tetap berjalan,” pungkasnya. (*)

















































