BONTANGPOST.ID, Bontang – Jembatan di ujung Tanjung Limau, tepatnya di Gang Keluarga 1 RT 01 Kelurahan Gunung Elai, mendadak menjadi magnet baru bagi warga.
Meski belum diresmikan, kawasan tersebut kini dipadati pengunjung dan pedagang lokal setiap sore hari. Proyek penataan kawasan ini diketahui dikerjakan melalui APBD 2025 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam program penataan kawasan kumuh. Pembangunan jembatan rampung pada akhir 2025 lalu, namun hingga kini peresmian belum dilakukan.
Kendati demikian, antusiasme masyarakat tak surut. Panorama laut dan hamparan bakau menjadi daya tarik utama, terlebih jembatan ini sempat viral di media sosial.
Rama, warga Telihan, mengaku datang bersama keluarganya setelah melihat unggahan di media sosial.
“Bagus tempatnya, ternyata banyak yang jualan. Cocok buat nyore sambil jajan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, suasana sore menjelang magrib menjadi waktu favorit untuk berkunjung. Angin laut yang sepoi dan pemandangan matahari terbenam menambah daya tarik lokasi tersebut.
Namun, ia berharap pemerintah menambah fasilitas pendukung, khususnya tempat sampah. Saat ini, tempat sampah dinilai masih terbatas dan berada di tengah jembatan.
“Ada satu, tapi posisinya di tengah. Saya tadi di ujung, jadi harus bawa sampah agak jauh. Takutnya ada masyarakat yang buang ke laut,” ungkapnya.
Di sisi lain, kehadiran jembatan membawa berkah bagi warga sekitar. Sejumlah pedagang mulai memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menambah penghasilan.
Rahmat, warga RT 01 Kelurahan Gunung Elai yang berjualan sop singkong, mengaku merasakan dampaknya. Ia berjualan mulai pukul 16.00 hingga 18.00.
Pada hari biasa, omzetnya mencapai sekitar Rp250 ribu. Sementara pada akhir pekan, penghasilannya bisa menembus Rp500 ribu.
“Lumayan, mas. Saya awalnya tidak ada pekerjaan, jadi sekarang ada pemasukan karena jembatan baru ini,” katanya.
Ia dan warga lainnya berharap pemerintah dapat menambah fasilitas penunjang seperti toilet umum dan sarana lainnya agar kawasan tersebut semakin nyaman sebagai destinasi wisata baru, seperti pelataran di Bontang Kuala. (*)
















































