BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang akan mengevaluasi pendistribusian bantuan bagi warga terdampak banjir yang dinilai belum merata. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan segera mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga para pemangku kepentingan untuk menyinkronkan data dan penyaluran bantuan.
Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat terkait bantuan yang belum tepat sasaran. Sejumlah warga mengaku jumlah bantuan yang diterima tidak sebanding dengan jumlah korban terdampak di wilayahnya.
Agus Haris mengakui adanya perbedaan data antara kelurahan, kecamatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ketidaksinkronan tersebut berpotensi membuat penyaluran bantuan tidak merata.
“Data ini harus disinkronkan. Jangan sampai ada warga yang tidak dapat bantuan, sementara di tempat lain justru menumpuk. Kita akan evaluasi bersama,” ujar pejabat yang akrab disapa AH ini.
Ia mencontohkan laporan dari salah satu RT yang menyebut sekitar 700 jiwa terdampak banjir, namun bantuan yang datang hanya sekitar 70 paket. Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, selain persoalan data, distribusi bantuan juga belum terkoordinasi dalam satu pintu. Bantuan dari berbagai pihak seperti perusahaan, organisasi, maupun pemerintah berpotensi tumpang tindih apabila tidak diatur secara terpadu.
Pemkot berencana menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan-perusahaan yang selama ini turut membantu penanganan banjir. Tujuannya agar distribusi bantuan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Besok atau secepatnya akan kita rapatkan. Kita undang OPD, camat, lurah, dan stakeholder yang biasa membantu. Semua harus satu data dan satu pintu supaya tidak ada yang terlewat,” tegasnya.
Selain pemerataan bantuan, Pemkot juga memprioritaskan distribusi makanan bagi warga yang masih terendam banjir dan kesulitan memasak. Dukungan dari perusahaan dan stakeholder diharapkan dapat memperkuat pasokan logistik bagi masyarakat terdampak.
AH berharap koordinasi yang lebih solid dapat mempercepat penanganan dampak banjir sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
“Kita ingin semua bantuan tepat sasaran. Jangan sampai ada yang tidak kebagian. Koordinasi ini penting supaya penanganan banjir dan dampaknya bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ak)
















































