Anggaran Penanggulangan Banjir Rp85 Miliar Dikucur dari Bankeu, Warga Diminta Bersabar

13 hours ago 6

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kejadian banjir yang terjadi 14 Februari 2026 ini mendapat atensi dari Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. Ia memastikan total anggaran sekitar Rp85 miliar telah dialokasikan melalui bantuan keuangan (Bankeu) untuk penuntasan banjir di Bontang.

Pejabat yang akrab disapa AH ini meminta masyarakat bersabar karena sejumlah program penanganan banjir masih dalam tahap persiapan dan belum seluruhnya bisa dilaksanakan secara langsung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Yang pertama kami minta maaf kepada warga. Kondisi cuaca beberapa hari terakhir memang hujan terus. Tapi anggaran penanganan banjir sudah ada Rp85 miliar tahun ini untuk penuntasan,” kata AH, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur drainase di beberapa titik rawan banjir. Salah satunya lanjutan penurapan dan pembangunan saluran di wilayah Api-Api yang akan dikerjakan tahun ini.

Selain itu, pembangunan saluran drainase primer juga dilakukan secara paralel di beberapa kawasan. Pemkot juga menyiapkan anggaran untuk penanganan di sejumlah kelurahan, seperti Gunung Telihan sekitar Rp 10 miliar, Polder Tanjung Laut Rp 10 miliar, serta pembangunan drainase primer di Kelurahan Api-Api sebesar Rp 20 miliar.

Di wilayah Guntung, pembangunan drainase primer segmen satu dan dua juga masuk dalam program prioritas tahun ini dengan total puluhan miliar rupiah. Ia menjelaskan, sebagian proyek merupakan kolaborasi dengan pemerintah provinsi melalui skema Bankeu.

Karena itu, proses pelaksanaan membutuhkan waktu dan tahapan administrasi sebelum pengerjaan fisik dapat dimulai. Untuk jangka pendek, Pemkot akan melakukan normalisasi dan pendalaman saluran sebagai langkah sementara guna mengurangi dampak banjir.

Namun untuk penanganan utama, masyarakat diminta menunggu realisasi program besar yang sudah dianggarkan. “Kita akan lakukan normalisasi sementara, tapi untuk langkah besar memang harus menunggu program yang sudah dianggarkan. Tahun 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal penanganan banjir secara besar,” ucapnya.

AH berharap pembangunan infrastruktur drainase dan saluran air yang saling terhubung antarwilayah dapat memperlancar aliran air dan mengurangi genangan. Pemkot optimistis jika proyek berjalan sesuai rencana, dampak banjir di sejumlah kawasan akan berkurang signifikan.

“Semua ini saling terhubung. Kalau drainase utama sudah dibenahi, aliran air akan lebih lancar. Kita berharap masyarakat bersabar karena proses ini sedang berjalan,” tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 1.774 kepala keluarga (KK) dengan sekitar 5.837 jiwa terdampak banjir yang meluas di beberapa kelurahan di wilayah tersebut. Jumlah itu masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.

Salah satu wilayah terdampak yakni Kelurahan Gunung Elai. Banjir mulai naik sekitar pukul 06.00 Wita dan merendam sejumlah rukun tetangga (RT).

Data sementara mencatat 360 KK atau sekitar 1.126 jiwa terdampak banjir kiriman yang merendam permukiman warga. Selain Gunung Elai, banjir juga merendam Kelurahan Guntung. Sedikitnya 530 KK terdampak di sejumlah RT, di antaranya RT 16, RT 09, RT 10, RT 06, RT 15, RT 04, RT 13, RT 12 dan RT 17.

Dari data tersebut,  jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.591 jiwa. Banjir juga meluas ke Kelurahan Api-Api. Data sementara menunjukkan 832 KK atau sekitar 2.671 jiwa terdampak di sedikitnya 19 RT.

Sementara itu, di Kelurahan Gunung Telihan tercatat 230 jiwa terdampak di RT 19, RT 20 dan RT 21. Di Kelurahan Kanaan, banjir merendam tiga RT dengan total 42 KK atau 219 jiwa terdampak. Sedangkan di Kelurahan Satimpo, banjir dilaporkan merendam sedikitnya 10 KK di RT 21. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |