MBG di Bontang Terbukti Berdampak Positif, Agus Haris Minta Pemerintah Pusat Tetap Jalankan Program

1 week ago 20

BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terus menunjukkan dampak positif. Setelah sembilan dapur produksi makanan bergizi atau SPPG resmi beroperasi, Pemkot Bontang menargetkan jumlahnya bertambah menjadi 16 SPPG untuk memenuhi kuota 50.104 siswa penerima manfaat.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, menegaskan bahwa perluasan layanan MBG menjadi kebutuhan mendesak. “Harapan kami target itu tercapai,” ujar pejabat yang akrab disapa AH ini.

Menurutnya, SPPG berperan strategis dalam memastikan distribusi makanan ke seluruh sekolah berjalan lancar. Jumlah dapur produksi yang ideal diharapkan mampu mengakomodasi peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK. Ia menilai kebutuhan gizi harian anak tidak dapat ditunda sehingga percepatan pembangunan SPPG harus diprioritaskan.

“Anak-anak membutuhkan asupan berkualitas,” tegasnya.

AH juga menyampaikan bahwa dampak MBG tidak hanya terukur dari pemerataan gizi, tetapi juga peningkatan semangat kehadiran siswa. Program ini membuat anak-anak lebih rajin datang ke sekolah karena mendapatkan makanan bergizi setiap hari.

“Anak-anak sekarang lebih rajin supaya tidak melewatkan MBG. Itu berdasarkan keterangan pihak sekolah,” ujarnya.

Manfaat lain juga dirasakan para orangtua. Mereka tidak lagi terbebani menyiapkan bekal setiap pagi, sehingga aktivitas rumah tangga lebih ringan. MBG juga menggerakkan ekonomi lokal melalui meningkatnya permintaan bahan baku, seperti telur, sayuran, tahu, tempe, serta beras yang sebagian besar berasal dari UMKM.

“Perputaran ekonomi sangat cepat,” ungkapnya.

Selain itu, MBG turut mendukung penurunan angka stunting di Bontang. Menu bergizi yang diberikan setiap hari dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak. AH menyebutkan bahwa angka stunting menurun menjadi 15,7 persen berdasarkan data Dinas Kesehatan.

“Manfaatnya besar untuk pencegahan stunting,” katanya.

Karena seluruh dampak positif tersebut, AH meminta pemerintah pusat melanjutkan program MBG pada tahun depan. Ia menilai penghentian program akan merugikan siswa dan masyarakat. “Program ini harus lanjut,” tegasnya.

MBG juga membuka lapangan kerja baru. Setiap SPPG membutuhkan sekitar 30 tenaga kerja, mulai dari juru masak hingga petugas distribusi. Jika 20 SPPG beroperasi, lebih dari 600 tenaga kerja terserap.

“Ini peluang bagi warga untuk mendapatkan pendapatan,” jelasnya.

AH juga membantah data lembaga statistik yang menyebut angka pengangguran di Bontang tinggi. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja dari MBG dan sektor lainnya membuktikan sebaliknya.

“Saya bantah itu,” ujarnya singkat.

Untuk wilayah pesisir, Pemkot memastikan layanan MBG tetap menjangkau Malahing, Gusung, Tihi-Tihi, dan Selangan. Beberapa SPPG di Bentang Lestari dan Berbas akan mulai mengirimkan makanan ke daerah tersebut.

AH menegaskan komitmen Pemkot untuk terus memperluas layanan. Ia menyebut MBG sebagai program strategis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Program ini penting bagi generasi Bontang,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |