BONTANGPOST.ID, Samarinda – Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Beasiswa Gratispol, tengah menuai sorotan setelah sejumlah mahasiswa mengeluhkan pembatalan status penerima secara mendadak. Polemik ini mencuat ke publik usai pengakuan Ade Rahayu, mahasiswi S2 Kelas Eksekutif Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yang menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial.
Ade mengaku telah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Gratispol sejak 2025 melalui jalur kelas eksekutif. Berbekal pengumuman tersebut, ia menjalani satu semester perkuliahan dengan keyakinan biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah. Namun pada Januari 2026, ia justru menerima surat resmi pembatalan dengan alasan kelas eksekutif tidak masuk dalam skema penerima beasiswa.
Pembatalan tersebut dinilai sepihak dan memberatkan mahasiswa yang telah menyusun rencana akademik dan keuangan berdasarkan janji bantuan. Ade, yang merupakan anak yatim, menyebut banyak mahasiswa kelas eksekutif merupakan pekerja yang berupaya meningkatkan pendidikan demi masa depan keluarga.
Kondisi ini memicu respons luas dari warganet. Banyak pihak menyayangkan lemahnya koordinasi dan kejelasan informasi dalam pelaksanaan program yang dinilai berdampak langsung pada psikologis dan finansial mahasiswa.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memastikan akan menindaklanjuti persoalan ini bersama Tim Gratispol. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2025, kelas eksekutif memang tidak termasuk kategori penerima beasiswa.
Meski demikian, Seno mengakui adanya bukti percakapan mahasiswa dengan admin program yang sebelumnya menyebut kelas eksekutif atau karyawan masih berpeluang mendapatkan bantuan. Menurutnya, simpang siur informasi seperti ini tidak boleh terjadi karena menyangkut harapan besar masyarakat.
“Kami akan cek dan evaluasi. Jika ada kekeliruan dalam koordinasi, tentu harus diluruskan,” ujarnya.
Pemprov Kaltim berjanji akan segera menyampaikan kejelasan agar mahasiswa terdampak tidak terus berada dalam ketidakpastian. (prokal)














































