Longsor Kanaan Bontang, Wawali Agus Haris Dorong Kajian Relokasi Warga

1 week ago 28

BONTANGPOST.ID, Bontang – Musibah longsor dan banjir yang terjadi di RT 01 Kelurahan Kanaan mendapat perhatian serius Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Ia menegaskan pentingnya kajian menyeluruh terhadap kawasan permukiman rawan longsor dan banjir di Kota Bontang.

Menurut Agus Haris, pemerintah tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak, karena persoalan tersebut menyangkut langsung keselamatan jiwa masyarakat. Pria yang akrab disapa AH ini meminta dinas teknis seperti Dinas Perkimtan, PUPRK, serta perangkat wilayah mulai dari RT, kelurahan hingga kecamatan segera menyusun laporan resmi terkait kondisi alam di lokasi terdampak.

Laporan tersebut akan menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis, termasuk kemungkinan relokasi warga.
“Ini bukan persoalan satu hari atau satu kejadian. Warga akan tinggal di situ selamanya. Kalau secara teknis berisiko dan mengancam keselamatan, maka harus dikaji serius dan dibuat laporan resminya,” ujar AH.

Ia menekankan, laporan harus memuat kronologi kejadian, kondisi pascabencana, serta proyeksi dampak ke depan. Data tersebut penting agar pemerintah daerah memiliki dasar kuat saat membawa persoalan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga disampaikan kepada Wali Kota dan DPRD Bontang.

Jika hasil kajian menyatakan wilayah tersebut tidak layak huni, relokasi menjadi salah satu opsi yang perlu dibicarakan secara terbuka dan bertanggung jawab. Namun, Agus Haris menegaskan relokasi tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“Kalau warga secara sukarela pindah dan membangun sendiri, itu tidak masalah. Tapi kalau ini murni faktor alam yang diperparah aktivitas manusia dan warga merasa dirugikan, maka pemerintah harus hadir,” tegasnya.

AH juga menyoroti pentingnya peran Musrenbang di tingkat kelurahan hingga kota. Aspirasi warga di kawasan rawan bencana harus disuarakan oleh delegasi RT agar masuk dalam dokumen perencanaan seperti RKPD dan memiliki alokasi anggaran yang jelas.

“Jangan sampai kita selalu sibuk setelah kejadian. Sekarang waktunya mitigasi. Titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani secara serius,” katanya.

Ia menambahkan, kajian tersebut tidak hanya difokuskan pada satu lokasi, melainkan mencakup seluruh kawasan permukiman di Bontang yang berpotensi terdampak longsor, banjir, maupun pergerakan tanah.

Sebelumnya, aktivitas warga di RT 01 Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, terganggu pasca longsor dan banjir yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) pagi. Lurah Kanaan, Salmon Kanaan Payung Allo, mengungkapkan terdapat empat bangunan terdampak longsor di kawasan yang berada dekat tebing bekas tambang ilegal galian C.

Kondisi tanah yang labil membuat longsor mudah terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material pasir dari longsoran terbawa aliran banjir hingga masuk ke permukiman warga, menyebabkan sejumlah rumah tidak dapat ditempati sementara waktu dan memaksa warga mengungsi.

Warga kini membutuhkan bantuan peralatan untuk membersihkan endapan pasir di dalam rumah. Selain itu, pembangunan tanggul permanen dinilai mendesak guna mencegah longsor susulan. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |