BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah pusat memberikan lampu hijau kepada Kota Bontang untuk melakukan perekrutan guru guna menutup kekurangan tenaga pendidik akibat gelombang pensiun.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, usai pertemuan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Dari kementerian pendidikan pada prinsipnya mempersilakan dilakukan perekrutan. Namun kami masih menunggu surat balasan resmi sebagai dasar pelaksanaannya,” ujar Agus Haris, Rabu (14/1/2026).
Meski telah mendapat persetujuan prinsip, Agus mengaku belum mengetahui detail mekanisme maupun waktu pelaksanaan rekrutmen. Teknis pelaksanaan nantinya akan ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
“Teknisnya nanti di dinas. Yang jelas, dari kementerian sudah oke,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bontang masih kekurangan sekitar 105 guru.
Kekurangan tersebut terjadi pada jenjang SD dan SMP negeri, dengan kebutuhan terbesar pada formasi guru kelas. Kondisi ini membuat sebagian guru harus merangkap tugas mengajar.
“Skema yang disiapkan adalah merekrut guru pengganti untuk mengisi kekosongan pasca banyaknya guru yang pensiun,” jelas Ishak.
Pembiayaan gaji guru pengganti direncanakan bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas). Sesuai ketentuan, maksimal 20 persen dana BOS dapat digunakan untuk membayar tenaga pendidik non-ASN.
Proses rekrutmen nantinya akan dilakukan langsung oleh sekolah sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pengawasan ketat dari Disdikbud Bontang. Besaran gaji guru pengganti diperkirakan minimal Rp2 juta per bulan.
“Semua ini baru bisa berjalan setelah surat diskresi resmi dari pemerintah pusat kami terima,” pungkasnya. (*)














































