BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikoordinasikan agar seluruh sekolah mendapatkan akses secara merata. Sejumlah sekolah yang belum menerima manfaat pada tahap awal diproyeksikan segera terlayani seiring meningkatnya kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan penyaluran MBG sangat bergantung pada kesiapan penyedia layanan. “Kesiapan SPPG menjadi faktor utama,” ujarnya.
Menurut Safa, tidak semua SPPG dapat langsung beroperasi bersamaan karena harus memenuhi standar, verifikasi, dan kesiapan infrastruktur. Di Bontang Selatan, terdapat lima SPPG yang sedang dipersiapkan untuk diluncurkan. Kehadiran kelima SPPG itu diharapkan menjadi titik balik agar sekolah di wilayah tersebut segera terlayani secara menyeluruh.
“Lima SPPG itu diharapkan mampu memperluas jangkauan,” tambahnya.
Dengan bertambahnya penyedia, pemerintah optimistis layanan MBG juga bisa menjangkau sekolah-sekolah di Bontang Utara dan Bontang Barat. Safa menegaskan perluasan layanan tidak hanya untuk wilayah tertentu, tetapi harus mencakup seluruh sekolah penerima manfaat. “Semua sekolah harus ter-cover,” tuturnya.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat distribusi program. Disdikbud bertugas sebagai koordinator pelaksana di tingkat sekolah, sedangkan teknis penyediaan makanan berada di bawah Satgas MBG yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) serta SPPG. “Koordinasi kami intens,” tegas Safa.
Evaluasi pelaksanaan MBG juga rutin digelar. Pertemuan evaluasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang melibatkan seluruh unsur teknis dari Dinas Pendidikan. Evaluasi tersebut menjadi sarana untuk mengurai kendala penyaluran, menilai kesiapan SPPG, dan memastikan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar.
“Evaluasi dilaksanakan secara berkala terkait kondisi di lapangan,” ujarnya.
Safa menegaskan Disdikbud berkomitmen memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam program MBG. Pemerintah terus mencari solusi bagi sekolah yang belum menerima manfaat, termasuk pemerataan dapur produksi dan penguatan kapasitas SPPG.
MBG diproyeksikan menjadi program prioritas pemenuhan gizi anak usia sekolah di Bontang. Pemerintah berharap ketika seluruh infrastruktur SPPG telah terpenuhi, MBG dapat berjalan stabil tanpa kendala distribusi.
Diketahui jumlah pelajar di Bontang mencapai 45.312 siswa, terdiri atas 23.466 laki-laki dan 21.846 perempuan. Berdasarkan jenjang pendidikan, TK berjumlah 4.098 siswa, KB 1.086, TPA 41, SPS 1.483, PKBM 1.473, SKB 308, SD 18.650, SMP 8.823, SMA 4.404, SMK 4.320, dan SLB 266. (ak)
















































