Kecelakaan Kerja di KPC Tewaskan Satu Pekerja, DPR RI Dorong Investigasi Terbuka

2 weeks ago 30

BONTANGPOST.ID – Insiden kecelakaan kerja yang menimpa dua karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) hingga menewaskan satu orang mendapat sorotan serius dari DPR RI.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menilai kecelakaan itu menunjukkan masih lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan, termasuk pada perusahaan besar sekelas KPC.

“Ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan sektor pertambangan belum mampu menjawab keselamatan para pekerja,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurut Syafruddin, kecelakaan fatal tersebut menjadi indikasi adanya kekurangan dalam manajemen keselamatan kerja, mulai dari sistem safety hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan.

“Perusahaan sekelas KPC yang sudah berskala internasional menjadi aneh dan rancu jika masih terjadi kecelakaan seperti ini,” tegasnya.

Atas dasar itu, ia mendorong agar dilakukan investigasi secara menyeluruh, terbuka, dan transparan terhadap operasional PT KPC, khususnya terkait insiden fatality tersebut. Hasil investigasi, kata dia, harus disampaikan kepada publik agar diketahui penyebab pasti kecelakaan, apakah akibat kelalaian pekerja, lemahnya SOP, atau kegagalan manajemen keselamatan kerja.

“Biar publik tahu apa yang menjadi temuan dari kecelakaan tersebut,” katanya.

Syafruddin juga meminta agar PT KPC menghentikan sementara aktivitas operasionalnya hingga proses investigasi selesai dilakukan. Ia menegaskan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur harus dilakukan secara bersama-sama agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, ia menekankan pemerintah memiliki kewenangan untuk mengevaluasi perusahaan, baik dari sisi perizinan maupun aspek lainnya.

“Pemerintah tidak boleh ragu memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang lalai hingga jatuh korban jiwa. Ini nyawa manusia tidak bisa diukur dengan apa pun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja yang melibatkan dua pekerja PT KPC terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Dalam peristiwa tersebut, satu orang pekerja dilaporkan hilang dan baru ditemukan pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 07.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

Dua pekerja itu masing-masing bernama Eko Hadi dan Abdullah. Korban meninggal dunia adalah Eko Hadi, sementara Abdullah berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa bermula saat Eko Hadi mengantar meal box dari area Widura Fuel Station menuju Arjuna Fuel Station. Kendaraan yang mereka tumpangi melintas melalui jalan tembus dari Inul Middle menuju IGS.

Saat melintas di lokasi tersebut, kendaraan terseret arus air hingga masuk ke kolam. Kedua korban sempat keluar dari mobil melalui jendela kiri dan berusaha berenang menuju tepi kolam. Namun hanya Abdullah yang berhasil selamat, sementara Eko Hadi diduga terbawa arus.

General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan penyebab kejadian masih akan ditelusuri lebih lanjut melalui investigasi oleh inspektur tambang.

“Biarkan tim investigasi mengkaji lebih dalam apa yang menjadi isu, masalah, dan penyebab terjadinya kejadian yang tidak kita harapkan ini,” ujarnya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |