BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas literasi di lingkungan pendidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempererat kerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang guna mendorong kehadiran tenaga perpustakaan di sekolah-sekolah.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan keberadaan tenaga perpustakaan yang bertugas secara khusus menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, selama ini masih banyak sekolah yang menugaskan guru maupun tenaga administrasi untuk merangkap sebagai pengelola perpustakaan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Disdik, sekolah, ATPUSI, hingga PGRI untuk mendorong penguatan tenaga perpustakaan,” ujarnya.
Indra menjelaskan peningkatan kualitas perpustakaan tidak bisa dilakukan oleh DPK sendiri. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, PGRI, dan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI).
Melalui sinergi tersebut, DPK berupaya membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya tenaga perpustakaan yang memiliki kompetensi dan fokus dalam mengelola layanan perpustakaan.
Dengan adanya petugas yang bekerja secara khusus, berbagai program literasi dinilai dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.
Selain itu, kolaborasi dengan PGRI diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekolah terhadap pentingnya pengelolaan perpustakaan sesuai standar nasional. Pasalnya, perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat sumber belajar dan informasi bagi siswa.
Untuk mendukung upaya tersebut, DPK Bontang juga menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi para pengelola perpustakaan.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan agar mampu mengikuti perkembangan sistem pengelolaan perpustakaan modern.
Indra optimistis sinergi yang terjalin antara DPK, PGRI, Dinas Pendidikan, dan ATPUSI akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekolah di Bontang.
“Dukungan dari berbagai pihak membuat kami optimistis perubahan ke arah yang lebih baik mulai terlihat,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, DPK berharap setiap sekolah ke depan memiliki tenaga perpustakaan yang kompeten sehingga perpustakaan dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak budaya membaca dan pendukung peningkatan mutu pendidikan. (*)

















































