BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar kegiatan Archive Connect x Evolution dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55.
Mengusung tema “Dari Arsip untuk Masa Depan”, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, kepala sekolah, guru, tenaga perpustakaan, hingga pelajar di Kota Bontang.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya arsip sebagai sumber informasi, alat bukti, serta bagian dari memori kolektif yang perlu dikelola dengan baik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi PKT mampu memperluas literasi kearsipan, terutama bagi generasi muda dan lingkungan pendidikan.
“Alhamdulillah, kegiatan Archive Connect x Evolution dengan tema ‘Dari Arsip untuk Masa Depan’ ini memberikan edukasi dan literasi kearsipan bagi sekolah dan masyarakat,” ujarnya di Gedung Equator, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan bahwa arsip memiliki peran penting dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat. Setiap aktivitas menghasilkan arsip yang bernilai informasi di masa mendatang.
Karena itu, kesadaran mengelola arsip perlu ditanamkan sejak dini. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen, tetapi juga bagian dari sejarah dan bukti autentik peristiwa.
Retno juga menyoroti masih terbatasnya jumlah arsiparis di Indonesia, sementara kebutuhan terus meningkat seiring perkembangan administrasi dan digitalisasi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan terhubung dengan seluruh elemen di Kota Bontang agar literasi kearsipan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasi PKT, F. Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan arsip yang profesional.
Menurutnya, arsip menjadi instrumen penting untuk mendukung efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas organisasi.
“PKT menyelenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya arsip agar aktivitas ke depan lebih efektif dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia masih kekurangan tenaga arsiparis. Saat ini jumlahnya sekitar 13 ribu orang, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 100 ribu orang.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Informasi Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton, sebagai narasumber.
Ia menjelaskan bahwa arsip merupakan rekaman kegiatan dan peristiwa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk foto, video, dan dokumen digital.
“Setiap aktivitas yang terekam merupakan arsip, termasuk yang ada di handphone dan media sosial,” jelasnya.
Rudi juga mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap jejak digital karena arsip elektronik dapat digunakan dalam berbagai proses hukum.
Selain seminar, kegiatan ini juga diramaikan dengan pengumuman pemenang lomba kearsipan yang digelar PKT sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya tertib arsip. (*)

















































