BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang mencatat sebanyak 328 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 558 kasus.
Namun demikian, Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengungkapkan adanya peningkatan jumlah kematian akibat DBD. “Tahun ini tercatat dua kasus kematian, naik dari tahun sebelumnya yang hanya satu kasus,” ujarnya.
Berdasarkan pola lima tahun terakhir, tren kasus DBD umumnya mengalami penurunan signifikan, terutama pada bulan Oktober dan November. Meski begitu, beberapa wilayah masih mencatat angka kasus cukup tinggi.
Kelurahan Tanjung Laut menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 38 kasus, disusul Loktuan (35), Tanjung Laut Indah (32), dan Api-Api (31). Sementara itu, wilayah dengan kasus terendah tercatat di Guntung (5 kasus), Satimpo (6), dan Kanaan (6).
Mabe menegaskan kewaspadaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan harus terus ditingkatkan. Menurutnya, genangan air yang tidak dikelola dengan baik menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus dibersihkan. Gerakan 3M Plus harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Gerakan 3M Plus meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Warga juga diimbau menaburkan bubuk abate serta rutin memeriksa vas bunga, tatakan dispenser, dan drum air.
Mabe menambahkan, fogging bukan solusi utama pemberantasan DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa. “Fogging dilakukan jika sudah ada kasus positif. Pencegahan tetap kunci utama,” jelasnya.
Meski demikian, Diskes memastikan fogging tetap dilakukan secara terfokus di wilayah yang ditemukan kasus terkonfirmasi, setelah penyelidikan epidemiologi oleh puskesmas setempat.
Diketahui, Kota Bontang juga menjadi salah satu daerah pilot project program Wolbachia, metode pengendalian nyamuk menggunakan bakteri alami untuk menekan penularan DBD.
Sepanjang 2025, dua kasus kematian akibat DBD tercatat masing-masing berasal dari Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Loktuan. (ak)














































