BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVIII Kalimantan Timur pada 2027 mendatang. Penunjukan ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menyiapkan infrastruktur dan sarana olahraga yang memadai demi menyukseskan ajang bergengsi pelajar se-Kaltim tersebut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan bahwa keputusan penunjukan tuan rumah telah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Insyaallah sudah diputuskan, 2027 giliran Bontang. Selain Popda, juga akan digelar Porseni Guru tingkat Kaltim,” ujar Neni.
Mulai Rancang Perbaikan Sarana Olahraga
Sebagai tuan rumah, Pemkot Bontang mulai menyusun rencana perbaikan sejumlah fasilitas olahraga, terutama di kawasan Bontang Lestari yang memiliki Gedung Olahraga (GOR) dan lapangan sepak bola.
“Pastinya akan ada perbaikan. Tahun 2026 kita targetkan mulai pembenahan sarana olahraga, terutama GOR dan lapangan bola di Bontang Lestari. Mudah-mudahan anggarannya ada,” jelasnya.
Neni mengakui kondisi keuangan daerah saat ini masih memprihatinkan, sehingga seluruh pembangunan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Meski demikian, Pemkot berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap agar fasilitas yang digunakan pada Popda XVIII nantinya representatif dan nyaman bagi para atlet.
Apresiasi Prestasi Kontingen Bontang di Popda XVII
Neni juga mengapresiasi hasil manis yang diraih kontingen Bontang pada Popda XVII Kaltim. Kontingen Bontang mengumpulkan total 76 medali—27 emas, 15 perak, dan 34 perunggu—dan berhasil naik dari posisi keenam ke peringkat keempat.
Cabang olahraga menembak dan senam menjadi penyumbang prestasi terbaik dengan meraih gelar juara umum untuk Bontang.
“Prestasi anak-anak kita luar biasa. Dari peringkat enam naik jadi peringkat empat. Ini menunjukkan pembinaan atlet pelajar kita sudah berada di jalur yang benar,” tutur Neni.
Reward untuk Atlet Tetap Disiapkan
Terkait bonus bagi atlet berprestasi, Neni menegaskan bahwa Pemkot tetap menyiapkan reward sebagai bentuk apresiasi, meski besaran hadiahnya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Pasti ada reward. Kalau saya maunya besar, karena itu bentuk terima kasih kepada anak-anak kita. Tapi tentu tetap melihat kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Neni berharap status Bontang sebagai tuan rumah Popda XVIII menjadi momentum kebangkitan olahraga pelajar sekaligus memperkuat komitmen pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Menjadi tuan rumah bukan hanya soal acara, tapi pembuktian bahwa Bontang siap menjadi kota olahraga di Kaltim,” pungkasnya. (ak)
















































