Bontang Genjot Transformasi Literasi dan Pembenahan Arsip Lewat DPK Award 2025

1 week ago 26

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang menggelar DPK Award 2025 yang dirangkaikan dengan penganugerahan lomba literasi serta pemusnahan arsip berusia lebih dari 10 tahun. Kegiatan berlangsung di Auditorium 3D, Rabu (19/11), dan dihadiri pelajar, komunitas literasi, serta perwakilan perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi penting peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah, katanya, terus mendorong digitalisasi layanan perpustakaan, perluasan akses informasi, dan penguatan inklusi sosial berbasis literasi agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan di era digital.

“Dengan aparatur yang kompeten, layanan perpustakaan dan kearsipan bisa menjadi lebih adaptif serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Suharto menambahkan, agenda penguatan literasi sejalan dengan misi pembangunan Kota Bontang 2025–2029, yakni Mewujudkan Transformasi Sosial Menuju SDM yang Berdaya Saing. Inovasi seperti Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (PERSIA), Si Motor Keliling (Si Mokel), dan Jelajah Literasi Anak (Jelita) menjadi bukti bahwa layanan literasi di Bontang terus berkembang menjadi lebih inklusif.

Ia menekankan bahwa lomba literasi bukan hanya sarana kompetisi, tetapi wadah pembentukan budaya membaca, menulis, dan berekspresi yang konstruktif bagi pelajar.

Sebelumnya, Kepala DPK Bontang Retno Febri Aryanti melaporkan tiga agenda utama kegiatan: apresiasi pegawai, pemberian penghargaan lomba literasi, dan pemusnahan arsip dengan masa retensi 10 tahun.

Retno menjelaskan bahwa apresiasi kepada ASN dan PPPK paruh waktu dilakukan untuk menumbuhkan budaya kerja positif, meningkatkan disiplin, serta memotivasi pegawai memberikan layanan prima. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat etos kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan kearsipan.

Terkait lomba literasi, ia menyebutkan kegiatan tahun ini mencakup berbagai kategori seperti membaca, menulis, bercerita, menggambar, dan mewarnai. Menurutnya, kompetisi ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan menulis sejak dini, mengasah kreativitas dan imajinasi, serta melatih keberanian anak dalam bertutur.

Pada agenda pemusnahan arsip, Retno menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan pelaksanaan kewajiban penyusutan arsip yang masa retensinya telah habis. Pemusnahan dilakukan untuk menjaga efisiensi ruang penyimpanan, mengurangi penumpukan dokumen yang tidak lagi bernilai, serta memastikan keamanan dan kerahasiaan arsip melalui prosedur yang sah.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, prosesi pemusnahan arsip, dan sesi dokumentasi bersama peserta dan tamu undangan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |