Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

1 week ago 22

BONTANGPOST.ID – Seorang balita berusia dua tahun, diidentifikasi dengan inisial MA, meninggal dunia di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh R (28), kekasih dari ibu kandungnya. Korban dilaporkan tewas usai dianiaya menggunakan sapu dan balok kayu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika ibu korban, yang sedang bekerja, mendapat kabar anaknya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (20/11) sekitar pukul 21.00 Wita.

Sebelumnya, sang ibu meninggalkan MA bersama R di kediaman mereka, yang berlokasi di Perumahan Lamunre, Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara.

“Tidak lama setelah ibu korban pergi bekerja, ia menerima pesan dari terduga pelaku yang menginformasikan bahwa anaknya tidak sadarkan diri dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit Hikma Sejahtera Belopa,” terang Ibnu dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).

Mendengar kabar tersebut, ibu korban langsung bergegas menuju rumah sakit. Namun, setibanya di sana, ia mendapati putranya telah dinyatakan meninggal dunia.

Karena merasa ada kejanggalan dalam kematian anaknya, ibu korban memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ibnu menuturkan bahwa timnya segera merespons laporan tersebut.

“Setelah menerima laporan mengenai insiden tragis ini, piket Reskrim Polres Luwu langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 Wita untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengambil keterangan saksi, dan mengamankan terduga pelaku,” jelasnya.

Kepada penyidik, ibu korban mengungkapkan bahwa putranya memang sering mengalami tindak kekerasan dari kekasihnya tersebut. Pelaku, R, juga telah mengakui perbuatannya.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku R mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban di rumah kontrakan mereka dengan menggunakan gagang sapu ijuk dan sebilah balok kayu,” ungkap Iptu Ibnu.

“Informasi dari ibu korban juga memperkuat dugaan bahwa tindak kekerasan terhadap korban sudah terjadi secara berulang kali sebelumnya,” tambahnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |