BONTANGPOST.ID, Bontang – Perwakilan Ketua RT di Kecamatan Bontang Barat meminta Pemkot Bontang menunda proyek pembangunan jalan yang dinilai lebih berorientasi pada mempercantik kota. Mereka mendesak agar anggaran dialihkan untuk perbaikan jalan lingkungan dan penanganan longsor di perkampungan.
Aspirasi itu disampaikan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Bontang Barat di Gedung BPU Bontang Barat, Kamis (12/2/2026).
Perwakilan Ketua RT Telihan, Sapto Riatno, mengatakan masih banyak jalan kecil di dalam kelurahan yang belum tersentuh pembangunan.
“Jangan kota saja. Banyak perkampungan di dalam kelurahan yang jalannya belum tersentuh,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rony Gaspersz dari Kelurahan Kanaan. Ia menilai di tengah kondisi defisit anggaran, pemerintah seharusnya memprioritaskan kebutuhan mendesak warga.
Ia mencontohkan kondisi Jalan Kampung Timur RT 01 yang rusak parah serta longsor di Jalan Sion RT 05 yang menutup sebagian badan jalan. Longsor juga disebut terjadi di wilayah Kampung Timur dan belum tertangani.
“Coba prioritaskan kebutuhan yang mendesak, apalagi ini sudah urgent,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, menjelaskan usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah menetapkan program prioritas.
Menurutnya, program penataan dan mempercantik kota merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan daya tarik daerah dan mendorong perputaran ekonomi.
Meski demikian, Syahruddin memastikan aspirasi warga tetap akan ditampung dan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk kemungkinan menjadi prioritas pada 2027.
“Nanti TAPD akan membahasnya, kita lihat prosesnya,” pungkasnya. (*)

















































