Audit Bongkar Masalah Keuangan Perumda AUJ Bontang; Deposito Tak Jelas, Piutang Ratusan Juta Macet

22 hours ago 8

BONTANGPOST.ID, Bontang – Hasil audit laporan keuangan Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang tahun 2024 mengungkap sejumlah persoalan serius yang harus segera dibenahi manajemen.

Temuan audit tersebut mencakup keberadaan deposito lama yang tidak jelas serta piutang usaha bernilai ratusan juta rupiah yang masuk kategori kurang lancar.

Dalam laporan temuan dan rekomendasi auditor, salah satu catatan utama adalah saldo deposito Perumda AUJ yang tidak mengalami perubahan dalam beberapa periode terakhir. Ironisnya, manajemen tidak mengetahui secara rinci informasi deposito tersebut, termasuk keberadaan fisik bilyet maupun bank tempat penyimpanan.

Berdasarkan keterangan manajemen, deposito tersebut merupakan peninggalan pengurus periode sebelumnya. Auditor merekomendasikan agar fisik bilyet deposito segera ditelusuri dan diamankan, misalnya disimpan di brankas perusahaan.

Selain itu, manajemen diminta menindaklanjuti hasil konfirmasi audit dengan BPR Bontang Sejahtera yang menyatakan adanya deposito dengan saldo sesuai pencatatan laporan keuangan Perumda AUJ. Saat ini, BPR tersebut telah bertransformasi menjadi Bank Bontang.

Menanggapi temuan tersebut, manajemen Perumda AUJ menyatakan akan segera melakukan penelusuran fisik bilyet deposito serta menindaklanjuti konfirmasi ke Bank Bontang.

Tak hanya soal deposito, auditor juga menyoroti kondisi piutang usaha yang dinilai signifikan dan tidak mengalami pergerakan dalam beberapa periode. Piutang tersebut berasal dari sejumlah perusahaan dan mitra usaha sejak 2021 hingga 2022.

Total piutang usaha pihak ketiga yang belum dibentuk penyisihan piutang tak tertagih tercatat mencapai Rp114.837.023. Dari jumlah itu, sebagian besar masuk kategori kurang lancar. Auditor merekomendasikan pembentukan penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp7.653.052,30 untuk tahun buku 2024.

Sejumlah perusahaan tercatat memiliki piutang, di antaranya PT Ibnu Abbas Rp8,85 juta, PT BSP (SPBN) Rp8,5 juta, PT Armada Loktuan Rp7,12 juta, PT Ars Rp12,35 juta, PT Raditya Rp13,06 juta, hingga PT Elsa Rp18,89 juta. Selain itu, terdapat piutang dari beberapa kapal dan mitra usaha lain seperti KM Mutia, KM Saviour, KM Trisula, dan MV Peacock.

Auditor merekomendasikan agar seluruh piutang tersebut diinventarisasi ulang, diklasifikasikan, serta ditentukan kebijakan lanjutan, baik melalui penagihan aktif maupun langkah lain sesuai kajian akuntansi perusahaan.

“Saldo piutang usaha perlu diinventarisasi ulang dan ditetapkan kebijakan sesuai hasil telaah akuntansi atas akun piutang yang telah disusun,” demikian rekomendasi auditor.

Selain itu, manajemen juga diminta membentuk penyisihan piutang tak tertagih untuk piutang pihak ketiga yang belum memiliki cadangan kerugian agar laporan keuangan lebih akurat dan realistis.

Manajemen Perumda AUJ menyatakan akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi auditor tersebut. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas laporan keuangan sekaligus meningkatkan kesehatan finansial perusahaan daerah tersebut. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |