KLH Sebut Ada Kontribusi Rp9 Miliar untuk Nelayan Muara Badak, PHSS Masih Bungkam

18 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) belum memberikan penjelasan rinci terkait kontribusi Rp9 miliar yang sebelumnya disebut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah diberikan kepada nelayan kerang darah di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Dalam keterangan resminya, PHSS melalui perwakilan bidang eksternal perusahaan, Vianka Gunarso, tidak memaparkan secara spesifik nominal bantuan tersebut.

Perusahaan menyatakan terus bekerja sama dan mendukung langkah KLH dalam penanganan dampak gagal panen yang dialami pembudidaya kerang darah di Desa Tanjung Limau.

Sejak awal, PHSS mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan menyambut baik inisiatif pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan sosial kepada petani terdampak pada 4 Maret 2025 bersama Dinas Sosial Kutai Kartanegara.

PHSS juga menyatakan mendukung keputusan objektif KLH dalam penanganan kasus tersebut serta siap menjalankan arahan kementerian untuk memberikan bantuan kepada petani terdampak.

“Perusahaan menyusun program bantuan sebagai tindak lanjut arahan KLH untuk mendukung pemulihan produktivitas dan pemberdayaan petani kerang darah yang terdampak,” tulis PHSS dalam rilisnya.

Disebutkan, nilai bantuan merujuk pada hasil verifikasi lapangan tim KLH terkait valuasi ekonomi produktivitas dan pendapatan budidaya kerang darah guna memastikan efektivitas bantuan dalam mendukung pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat.

PHSS menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar bantuan yang diberikan dapat mendukung perbaikan tata kelola budidaya maupun pengembangan komoditas alternatif yang lebih sesuai.

Namun saat dikonfirmasi kembali terkait nominal Rp9 miliar yang sebelumnya disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Vianka menyatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan KLH.

“Kami akan berkoordinasi lagi dengan KLH. Jika nanti ada pembaruan akan kami sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq menyebut PHSS telah memberikan kontribusi sebesar Rp9 miliar kepada nelayan kerang darah di Muara Badak. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke Kota Bontang beberapa waktu lalu.

“Itu telah ada kontribusi kepada masyarakat terkait kasus ini. PHSS menyampaikan nilainya Rp9 miliar,” ujarnya saat berkunjung ke Bontang. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |